Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jro Wayan Dersi Jadi Selebgram di Usia Senja, Punya Banyak Fans

Dian Suryantini • Rabu, 12 Maret 2025 | 19:21 WIB

Jro Wayan Dersi saat ditemui di rumahnya di kawasan Kelurahan Banyuasri, Singaraja.
Jro Wayan Dersi saat ditemui di rumahnya di kawasan Kelurahan Banyuasri, Singaraja.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Kesederhanaan dan spontanitasnya membuat Jro Wayan Dersi,78 menjadi sosok yang dicintai netizen. Ibu dari YouTuber dan selebgram Bali, Puja Astawa, ini terkenal berkat perannya dalam berbagai video pendek yang digarap oleh anaknya. Karakternya yang kocak dan terkadang galak justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Menjadi terkenal bukanlah sesuatu yang pernah dibayangkan oleh Jro Wayan Dersi. Sebagai seorang mantan penari arja, ia awalnya hanya membantu anaknya membuat video iseng pada tahun 2018. Namun, konten yang menampilkan kehidupan sehari-hari dengan balutan humor khas Bali ini ternyata mendapat respons luar biasa. Kini, dengan ratusan ribu pengikut di media sosial, Jro Wayan Dersi ikut merasakan berkah dari dunia digital.

Meskipun telah dikenal luas dan memiliki penghasilan lebih dari cukup dari endorse serta proyek video lainnya, Jro Wayan Dersi tetap mempertahankan pekerjaannya sebagai pedagang jajan tradisional di pasar. Ia mengaku tidak bisa diam di rumah tanpa melakukan apa-apa. Baginya, berjualan di pasar bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga ajang bersosialisasi dengan teman-temannya.

“Saya tidak mau langsung selesai, biar tidak ada anggapan orang-orang baru terkenal selesai berjualan. Saya ya begini saja seperti dulu,” kata dia.

Baca Juga: Profil Puja Astawa: Konten Kreator Bali Khas Bahasa Buleleng yang Merambah Dunia Politik

Setiap hari, sejak pukul 03.00 WITA, ia sudah sibuk menyiapkan jajanan tradisional Bali. Pukul 05.00 WITA, ia berangkat ke pasar dan berjualan hingga siang. Bahkan, di tengah masa pandemi ketika daya beli masyarakat menurun, ia tetap menjalankan pekerjaannya dengan penuh semangat.

Jro Wayan Dersi bukanlah orang yang lahir dalam kemudahan. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia seni dan bergabung dalam sekaa arja di kampungnya. Kesenian ini sempat menjadi sumber penghasilan bagi dirinya sebelum menikah dengan I Gusti Gede Sueca, pria asal Karangasem.

Namun, kehidupan setelah menikah tidaklah mudah. Ia dan suaminya harus berpindah rumah hingga delapan kali, bahkan sempat tinggal di kandang sapi. Kesulitan ekonomi memaksanya untuk mencari cara agar bisa bertahan. Hingga akhirnya, pada tahun 1981, ia memutuskan untuk berjualan jajan tradisional di pasar. Berkat kegigihannya, ia berhasil menyekolahkan ketiga anaknya hingga sarjana.

Kini, di usia senja, Jro Wayan Dersi menikmati ketenarannya tanpa menjadi lupa diri. Ia tetap rendah hati dan mempertahankan kehidupannya yang sederhana. Meskipun sudah memiliki penghasilan yang lebih dari cukup dari dunia digital, ia menolak berhenti berjualan di pasar.

Tidak hanya terkenal di Bali, ia juga memiliki penggemar hingga ke Lombok dan Jawa. Beberapa orang bahkan sengaja datang ke rumahnya hanya untuk berfoto bersama. Jro Wayan Dersi menganggap semua ini sebagai berkah dan tetap bersyukur atas setiap pencapaian yang ia raih.

“Saya tidak mau berubah. Saya tetap ingin seperti dulu, bisa bersilaturahmi dengan teman-teman di pasar. Kalau di rumah terus, malah sumpek,” ujarnya dengan senyum khasnya.

Dari seorang penari arja, pedagang pasar, hingga selebgram di usia senja, perjalanan hidup Jro Wayan Dersi adalah bukti bahwa ketekunan dan kerja keras akan selalu membuahkan hasil. Ia adalah contoh nyata bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari materi, tetapi juga dari kebahagiaan dan kebermaknaan hidup yang dijalani. ***

Editor : Dian Suryantini
#bali #youtuber #Puja Astawa #digital #Arja Kaum Milenial #karangasem #Humor