Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Cok Krisna: Dari Anak Miskin yang sempat tidur di Pos Satpam, Kini Sukses Menjadi Raja Oleh-Oleh Bali

I Putu Mardika • Selasa, 18 Maret 2025 | 04:13 WIB

Sosok Cok Krisna, owner Krisna Oleh-Oleh
Sosok Cok Krisna, owner Krisna Oleh-Oleh
BALIEXPRESS.ID-Kisah inspiratif datang dari seorang pengusaha sukses asal Bali, Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Cok Krisna. Nama besarnya sudah begitu familiar di Bali sebagai owner raja oleh-oleh lewat brand Krisna Oleh-Oleh.

Siapa sangka, di balik kesuksesannya saat ini, Cok Krisna pernah mengalami masa sulit ketika masih kecil.

Di tengah keterbatasan itu, ia justru tampil menjadi sosok yang tahan banting dan kaya akan inovasi dalam bisnis oleh-oleh.

Gusti Ngurah Anom lahir pada 5 Maret 1971 di Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dalam keluarga petani yang hidup dalam kesederhanaan.

Sejak kecil, Cok Krisna berbeda dari saudara-saudaranya. Ia dikenal hiperaktif, agresif, dan keras kepala.

Sikapnya ini kerap membuatnya bermasalah di sekolah dasar hingga menjadi langganan hukuman dari guru.

Meski sering melanggar aturan, Anom tetap bisa menyelesaikan pendidikan dasarnya dan melanjutkan ke SMPN 1 Seririt.

Baca Juga: Zakat di Ujung Jari, Super Apps BRImo Hadirkan Solusi Praktis untuk Masyarakat di Bulan Ramadan

Setelah lulus SMP, ia ingin melanjutkan ke SMA, tetapi keinginan itu pupus karena keterbatasan ekonomi keluarganya.

Sang ayah memutuskan Cok Krisna tidak bisa melanjutkan sekolah demi mendukung kebutuhan saudara-saudaranya yang lain. Keputusan ini sangat menyakitkan bagi Cok Krisna.

Merasa kecewa dan putus asa, ia kemudian memutuskan pergi dari rumah. Cok Krisna menumpang truk ke Denpasar dan tiba di Terminal Ubung tanpa tujuan yang jelas.

Tanpa bekal, ia berjalan kaki berjam-jam di kota yang asing baginya. Haus dan lapar, ia bertahan dengan meminum air sungai yang ditemuinya dalam perjalanan.

Saat kelelahan, ia tiba di sebuah pos satpam di Hotel Rani, Sanur. Di tempat itu, Anom mulai membersihkan halaman dan memunguti sampah dengan harapan bisa mendapat perhatian.

Keberuntungan berpihak padanya ketika pemilik hotel melihat kegigihannya dan memberinya izin untuk menumpang di pos satpam.

Tanpa diperintah, keesokan harinya Anom mulai mencuci mobil pemilik hotel dan kendaraan tamu-tamu hotel. Dari usaha ini, ia mulai mendapatkan penghasilan yang cukup besar untuk ukuran saat itu.

Selama hampir dua tahun, Anom bertahan dengan pekerjaan ini hingga akhirnya terpaksa berhenti karena penyakit rematik akibat terlalu lama bergelut dengan air.

Setelah tak lagi bisa mencuci mobil, Anom menumpang di rumah pamannya yang memiliki usaha konfeksi kecil-kecilan. Di sana, ia membantu pekerjaan konfeksi tanpa upah demi bisa dekat dengan seorang gadis yang bekerja di tempat tersebut, Ketut Mastrining, yang kelak menjadi istrinya.

Baca Juga: Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Festival Ogoh- ogoh Singasana II

Namun, Mastrining ragu akan masa depan Anom yang dikenal sebagai anak nakal dan hidup tanpa arah.

Merasa tertantang, Anom bertekad membuktikan dirinya bisa berubah. Ia kemudian bekerja di Konfeksi Sidharta sebagai pegawai lapangan.

Kerja keras dan kedisiplinannya membuat pemilik konfeksi, Sidharta, sangat menghargainya.

Dari pengalaman ini, Cok Anom belajar banyak tentang bisnis konfeksi hingga akhirnya memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri.

Pada awal tahun 1990-an, Anom menikahi Ketut Mastrining dan membuka usaha konfeksi kecil dengan nama Cok Konfeksi.

Usahanya berkembang pesat dan mulai mendapat pesanan dari berbagai pabrik garment, kantor, serta hotel.

Demi memperluas pasar, pada tahun 1992 ia membuka toko kaos di Jalan Nusa Indah, Denpasar, yang semakin mengukuhkan posisinya di industri tekstil Bali.

Melihat peluang dari pariwisata Bali, Anom memiliki ide untuk membuka pusat oleh-oleh khas Bali yang menyediakan berbagai produk dalam satu tempat. Pada 16 Mei 2007, ia mendirikan Krisna Oleh-Oleh Khas Bali di Jalan Nusa Indah, Denpasar.

Baca Juga: Sempat Protes, Ogoh-ogoh Karya ST Yowana Pratyaksa, Bualu Raih Dua Juara

Usaha ini berkembang pesat, dan dalam setahun, ia membuka gerai kedua di Jalan Nusa Kambangan, Denpasar.

Kesuksesan Krisna Oleh-Oleh Khas Bali terus meningkat berkat kerja sama Anom dengan berbagai praktisi pariwisata, termasuk biro perjalanan dan pengemudi wisata.

Pada 16 Mei 2009, ia meresmikan mega outlet Krisna Oleh-Oleh Khas Bali di Sunset Road, Kuta.

Cok Krisna juga mengembangkan gerainya dengan mendirikan Krisna Oleh-Oleh Khas Bali 24 jam di Kuta pada tahun 2010, Krisna Oleh-Oleh Temukus-Buleleng, Krisna Water Sport Temukus, Krisna Beach Street Pantai Penimbangan-Buleleng.

Bahkan, bisnisnya terus ekspansi hingga ke wilayah Yogyakarta, Surabaya hingga Jakarta. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #Cok Krisna #sukses #krisna oleh-oleh #inspiratif