SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kasus penjebakan narkoba yang melibatkan pengusaha property di Buleleng ternyata dilakukan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Buleleng. Ketum HIPMI Buleleng, Bayu Mandayana alias BM terbukti memerintahkan seseorang untuk melakukan penjebakan dengan meletakkan 8 paket narkotika jenis sabu-sabu di atas plafon kamar mandi dan pada dashboard mobil. Hal itu dibuktikan dengan adanya percakapan via WhatsApp dengan pelaku lainnya serta dikuatkan dengan adanya bukti transfer sejumlah uang.
Korbannya tidak lain adalah rekan bisnisnya sendiri, Gede Sarastana. Menurut penuturan orang dekat dari dua orang tersebut, dikatakan Bayu Mandayana dan Gede Sarastana konon berada dalam satu perusahaan yang sama, yakni PT. Umah Bali Mesari. Perusahaan tersebut dikelola secara penuh oleh Bayu. Sementara Sarastana turut membantu menjalankan perusahaan. Keduanya adalah senior di organisasi HIPMI dan diketahui merintis usaha bersama dari nol.
“Segala bentuk materiil dikelola oleh Bayu dan Saras (panggilan untuk Gede Sarastana) tidak terikat dalam akta perusahaan. Namun mereka sama-sama menjalankan perusahaan dengan baik,” ungkap sumber terpercaya.
Selain merintis usaha bersama di bidang property, keduanya juga sempat merintis usaha bersama di bidang kuliner. Bayu konon merintis usaha Warung Bule yang di dalamnya juga melibatkan Saras. Seiring waktu, Saras tidak lagi bergabung. Warung Bule berkembang dengan pesat. Dari jualan di emperan toko hingga kini telah berbentuk café kekinian.
Di atas café Warung Bule yang berlokasi di Desa Pemaron, Buleleng itu dibuat kantor perusahaan PT. Umah Bali Mesari. Di sanalah keduanya bekerja. Dari menyusun perencanaan hingga dealing dengan customer.
Seiring waktu, sambil turut serta mengelola perusahaan PT. Umah Bali Mesari, Saras mendirikan perusahaannya sendiri. Perusahaan itu bergerak di bidang yang sama. Bayu pun mengetahui hal tersebut namun tidak mempermasalahkannya.
“Mengingat tidak ada hitam di atas putih saat mendirikan perusahaan, Saras berhak untuk membuat perusahaannya sendiri. Namanya pun tidak ada di akta perusahaan, jadi ya bebas saja. Jatuhnya Saras hanya sebagai freelancer di perusahaan milik Bayu,” terang sumber itu.
Lama-kelamaan, Bayu curiga dengan biaya operasional yang tinggi. Kala itu pesanan property cukup landai, namun kesibukan karyawannya tidak sesuai. Begitu juga ongkos listrik dan operasional kendaraan perusahaan. Di samping itu Bayu mendapati adanya transaksi yang tidak sesuai. Mulailah Bayu menyelidiki asal muasal ketidakberesan itu, hingga akhirnya mencurigai Saras.
“Awal permasalahannya itu dari sepengetahuan saya, ada transaksi yang dicurigai oleh Bayu. Sempat saya dengar, kalau Saras juga menggelapkan dana perusahaan sampai miliaran. Hanya saja itu kena SP3 dan kasusnya dihentikan karena tidak cukup bukti,” kata sumber itu lagi.
Baca Juga: Pengusaha Properti Diduga Jadi Korban Penjebakan, Laporkan Mantan Rekan Bisnis ke Polisi
Kekecewaan Bayu pun memuncak. Bayu yang dikenal dengan emosi yang meledak-ledak pun terpaksa bermain kotor. Gosipnya ia meminta sopir pribadinya untuk membereskan masalah itu. Nahasnya, jalan yang ditempuh adalah penjebakan yang berujung pada tindak kriminalitas, sehingga ia harus mendekam di penjara.
“Bayu itu orangnya detail. Setiap pekerjaan yang dia lakukan itu selalu berakhir perfect kalau di organisasi. Dia juga siap pasang badan untuk segala resiko. Kepemimpinannya di organisasi sangat bagus. Komunikasinya oke. Tapi saya pun tidak menyangka dia bisa melakukan hal sekotor ini,” ungkap sumber yang enggan namanya disebutkan.
Sementara, Saras yang juga senior di HIPMI Buleleng, memiliki sifat yang lebih santai namun serius. Apapun permasalahannya, ia akan hadapi secara formal. Segala bentuk pembuktian akan dilakukan sepanjang ia tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum atau etika dalam keorganisasian.
“Kalau Saras ini orangnya siap perang. Mau bagaimanapun ayo aja. Dia orangnya siap tempur. Kalau memang ada yang salah ayo buktikan di pengadilan. Dia orangnya begitu,” tutur sumber.
Meski demikian, Bayu dan Saras adalah orang lami di HIPMI Buleleng. Keduanya selalu sepaket ketika hadir di suatu kegiatan. Baik dalam perusahaan yang mereka rintis maupun di organisasi.
“Kalau meeting di organisasi selalu hadir berdua. Tidak terpisahkan mereka itu. meski tersandung masalah mereka tetap ada, ya walaupun saat hadir mereka berjauhan. Tapi mereka ada di tengah-tengah acara. Mereka professional,” kata sumber itu.
Dari informasi yang dihimpun Koran Bali Express (Jawa Pos Grup), HIPMI Buleleng kini telah memiliki ketua umum baru. Tersandungnya Bayu si Ketum HIPMI Buleleng sebelumnya membuat anggota mengambil keputusan untuk segera menggantinya. Dengan demikian karir Bayu dalam organisasi HIPMI terancam cacat. ***
Editor : Dian Suryantini