BALIEXPRESS.ID– Program Makan Bergizi (MBG) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Denpasar menuai perhatian publik setelah penyelenggaraannya pada Senin (17/3/2025) di SMPN 1 Denpasar.
Berbeda dengan program-program sebelumnya, kali ini MBG tidak menyediakan nasi, melainkan sebuah kantong tas merah berisi berbagai jenis snack seperti biscuit, kurma, pisang, telur, susu, dan kacang.
Baca Juga: Bukan Nasi, Menu Snack di Program MBG Denpasar Bikin Heboh, Begini Klarifikasi Disdikpora
Keputusan ini memunculkan berbagai respons dari warganet di media sosial, yang merasa menu tersebut tidak sesuai dengan harapan.
Salah seorang warganet, melalui akun Instagram @wisnuwidhiastra, mempertanyakan keputusan tersebut dengan menulis, "Lho kok dapatnya snack, gimana nih? Tolong pihak terkait turun mengecek untuk MBG."
Komentar serupa juga muncul dari akun @agung_okarahadi yang menyarankan agar program MBG dilengkapi dengan jajanan permen buah atau makanan khas daerah, seperti banten saiban.
Baca Juga: Kecelakaan di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Pikap Tabrak Warung Akibat Sopir Mengantuk
Merespons berbagai kritik yang berkembang, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar segera memberikan klarifikasi.
Melalui akun Instagram resmi @disdikpora_dps, Disdikpora menjelaskan bahwa keputusan tidak menyediakan nasi pada MBG kali ini diambil dengan mempertimbangkan banyaknya siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
"Sebagai gantinya, siswa menerima satu kantong tas kecil berwarna merah yang berisi pisang, telur, kacang rebus, kurma, roti malkist, dan susu," tulis Disdikpora.
Disdikpora juga memastikan bahwa program MBG akan kembali menyediakan menu nasi setelah Ramadan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tabanan: Ambulans Lawan Arah, Pengendara RX King Tewas Terseret
"Usai Ramadan, tepatnya mulai 8 April 2025, program MBG akan kembali menyediakan makanan berat dengan menu nasi, sayur, ayam atau telur, buah, kacang, dan susu," jelas pihak Disdikpora.
Meskipun menu kali ini menuai kritik, Disdikpora berharap program MBG dapat tetap memberikan manfaat bagi siswa, khususnya mereka yang membutuhkan asupan gizi selama berpuasa.
Pihak Disdikpora juga menegaskan bahwa perubahan menu ini hanya bersifat sementara dan akan kembali ke menu biasa setelah bulan suci Ramadan.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dan warganet dapat lebih memahami alasan di balik perubahan menu MBG dan tetap mendukung program yang bertujuan memberikan gizi yang baik bagi siswa di Kota Denpasar.
Editor : Wiwin Meliana