Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cekcok Jual Beli Motor Antar Warga Sumba di Pecatu Berakhir Damai

Wiwin Meliana • Selasa, 25 Maret 2025 | 18:17 WIB

Kedua belah pihak yang terlibat cekcok jual beli motor di Pecatu
Kedua belah pihak yang terlibat cekcok jual beli motor di Pecatu

BALIEXPRESS.ID-Keributan antar warga pecah di kawasan Jalan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, pada Minggu malam, 23 Maret 2025, sekitar pukul 21.30 WITA.

Insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman dalam transaksi jual beli sepeda motor yang dilakukan melalui media sosial Facebook.

Baca Juga: Niat Jenguk Suami di Rumah Sakit, Wanita Paruh Baya Malah Jadi Korban Pencurian

Peristiwa bermula ketika seorang pemuda, Aplento Damma (25), mengunggah tawaran penjualan motor Yamaha Vixion di akun Facebook miliknya.

Tawaran tersebut menarik perhatian seorang calon pembeli bernama Wiliam Kaka (20), yang segera menghubungi Aplento melalui perantara seseorang bernama Pak Yoga, yang mengaku sebagai saudara penjual.

Keduanya sepakat untuk bertemu dan mengecek kondisi fisik kendaraan. Setelah memeriksa motor tersebut, Wiliam setuju untuk membeli dengan harga Rp 5,5 juta dan melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening atas nama Pak Yoga, disaksikan oleh kedua belah pihak.

Baca Juga: Fakta-Fakta Kebakaran Villa di Ungasan, Polisi Temukan Botol Berisi Bahan Bakar di TKP

 Namun, setelah transfer selesai, Aplento menolak menyerahkan motor beserta surat-surat kendaraan dengan alasan bahwa uang hasil transaksi tersebut belum diterima langsung olehnya dari Pak Yoga.

Kesalahpahaman tersebut memicu ketegangan antara kedua belah pihak. Adu mulut pun tidak terhindarkan, dan situasi semakin memanas hingga akhirnya berujung pada perkelahian fisik antara Wiliam dan Aplento.

Menurut keterangan Aplento, setelah transfer dilakukan, ia sempat menunggu bukti transfer dari Pak Yoga.

 Namun, bukti yang dinantikan tidak kunjung diterima. Sementara itu, Wiliam mengungkapkan kekecewaannya karena sudah melakukan pembayaran, namun motor yang dibelinya tidak kunjung diserahkan.

Beruntung, keributan ini dapat diredam oleh aparat Polsek Kuta Selatan. Polisi berhasil memfasilitasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Baca Juga: Viral Video Ibu-Ibu Keluhkan Kemacetan Akibat Festival, Ini Tanggapan Dinas Kebudayaan Denpasar

Akhirnya, mereka sepakat berdamai dan menandatangani surat pernyataan perdamaian yang dibubuhkan di atas materai.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa masalah ini telah diselesaikan tanpa adanya tuntutan lebih lanjut dari kedua pihak. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli melalui media sosial agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Transaksi online melalui media sosial bisa sangat rentan terhadap kesalahpahaman. Kami mengimbau agar masyarakat selalu lebih berhati-hati dan memastikan setiap transaksi dilakukan dengan aman dan transparan," ujar AKP Sukadi.

 

Editor : Wiwin Meliana
#damai #cekcok #sumba #Pecatu