BALIEXPRESS.ID-Pemuda Desa Adat Jasri, Karangasem menunjukkan aksi nyata dalam memperbaiki infrastruktur desa menjelang tradisi Ter-teran.
Mereka memilih untuk swadaya menambal jalan berlubang daripada menunggu tindakan dari pemerintah yang hanya memberikan tanda berupa garis putih dengan cat pilok sebagai penanda lubang.
Baca Juga: Giri Prasta Lepas 250 Peserta Mudik dalam Program Martabak Mudik Bareng 2025
Dalam unggahan akun Instagram @infodenpasarterkini.id. terlihat para pemuda dengan alat seadanya menambal jalan yang berlubang.
Mereka bekerja bersama-sama demi kenyamanan dan keselamatan warga. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat kondisi jalan yang rusak.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kebakaran Villa di Ungasan, Polisi Temukan Botol Berisi Bahan Bakar di TKP
Unggahan ini pun menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial. ” Di underpass aspal sudah mulai hancur parah, apakah harus viral dlu dan ada kecelakaan di lokasi baru di benahi jln tersebut ?” tulis akun @iamcukurukuk.
Baca Juga: Cekcok Jual Beli Motor Antar Warga Sumba di Pecatu Berakhir Damai
”banyak bgt emang jalan rusak . kok bisa ya gak ada yang perbaikin. . harus ngadu kemana ya kalo ada jalan rusak tuh?” tulis akun @riaphymon.
”Semoga menjadi amal nya di hari kemudian” tulis akun @sefrianavirta. ” Teruslah menjadi contoh yang baik untuk sekitar” tulis akun @sttyowanaadiguna.
” emen cepat hancur lagi dek...tapi salut sih sama usahanya...” tulis akun @eta_taroreh.
Baca Juga: Niat Jenguk Suami di Rumah Sakit, Wanita Paruh Baya Malah Jadi Korban Pencurian
”Pemerintah bali kemana nih kok gak perbaiki jalan rusak, gak kerja dia padahal kita sering bayar pajak, perpanjang STNK, kok jalan nya gak di perbaiki apakah harus presiden turun tangan gitu” tulis akun @agungpanji608. ”
Editor : Wiwin Meliana