BALIEXPRESS.ID - Pada momen mudik Lebaran tahun 2025, arus lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk mengalami kepadatan yang signifikan, mengakibatkan antrean panjang kendaraan hingga Pura Tirta Segara Rupek Gilimanuk, sekitar 8 kilometer dari pelabuhan tersebut.
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 18.40 Wita, menunjukkan bahwa kepadatan ini disebabkan oleh banyaknya truk yang melintas meskipun pembatasan telah diberlakukan, disertai kendaraan pribadi yang mengambil jalur kanan. Ketidaksabaran pengemudi mobil pribadi yang menggunakan jalur kanan juga menambah hambatan, mempengaruhi arus dari arah berlawanan.
Pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan ini. Truk-truk besar diarahkan ke kantong parkir yang disediakan, dan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan mengarahkan sepeda motor dan mobil dari jalur utama ke Terminal Cargo Gilimanuk.
Kendaraan yang memasuki terminal diarahkan keluar melalui jalur-jalur di Lingkungan Penginuman sebelum menuju Pelabuhan Gilimanuk. Penerapan sistem buka-tutup arus juga dilakukan guna mengurai kemacetan.
Namun, volume kendaraan dari arah timur (Denpasar) yang terus meningkat memperparah kondisi lalu lintas. Beberapa pemudik bahkan nekat menggunakan ambulans menuju barat (Gilimanuk) untuk melaju cepat, memperparah situasi akibat tertahannya kendaraan dari arah berlawanan.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto menyatakan bahwa telah dilakukan sistem delaying dan pengantongan angkutan barang di beberapa titik parkir. "Beberapa sudah mulai kami kantongkan mulai dari Pengeragoan, Rambutsiwi dan terminal Negara," ujarnya.
Pengantongan kendaraan tidak berlangsung lama. Ketika situasi lalu lintas mulai membaik, angkutan barang kembali dilepas. Jalur utama Denpasar-Gilimanuk juga digunakan oleh truk menuju Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk. "Sistemnya fleksibel, jika sudah landai kami arahkan truk menuju pelabuhan. Skema ini efektif, namun terkendala oleh padatnya volume kendaraan," tegas Endang. (*)