Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Geger Nyepi di Jembrana: Video Viral dan Komentar Bupati Picu Reaksi Keras Dua Senator Bali, Toleransi Diuji? FKUB Gelar Rapat Darurat

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 31 Maret 2025 | 14:51 WIB

Komentar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang kemudian memicu pro dan kontra
Komentar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang kemudian memicu pro dan kontra

BALIEXPRESS.ID – Suasana khidmat Hari Raya Nyepi di Loloan Timur dan Loloan Barat, Kabupaten Jembrana, Bali, mendadak terusik.

Video yang memperlihatkan aktivitas warga seperti bersepeda, berkendara motor, dan transaksi jual beli saat Nyepi, viral di media sosial.

Sontak, gelombang komentar negatif membanjiri jagat maya, mempertanyakan toleransi dan peran pemerintah daerah.

Baca Juga: SUASANA MENCEKAM! Anak-anak Histeris, Warga Banjar Sental Kangin Dievakuasi ke Polsek Nusa Penida

Tidak itu saja, komentar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan terkait video juga menjadi sorotan.

Melalui akun kembanghartawan_official, dia mengomentare pernyataan @kinderjoy71.

"Ampure bukan jawo, muslim loloan gk punya kamoung mereka gk ada mudik, mereka merayakan lebaran di jembrana, mereka jg gk mau disebut nak jawo, memang kami akui dri tahun ke tahun harus kita saling menghargai itu sepakat," tulisnya.

Komentar ini pun menimbulkan pro dan kontra hingga viral.  

Dua senator asal Bali, Arya Wedakarna dan Ni Luh Jelantik, tak tinggal diam.

Mereka turut bersuara, menyoroti kejadian ini dan mempertanyakan respons Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

Baca Juga: Banjir Dukungan Usai Permintaan Maaf, Kedux dan STYSB Tainsiat Janji Evaluasi Ogoh-Ogoh 2025

Insiden ini memicu rapat darurat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jembrana di Rumah Jabatan Bupati, Minggu (30/3/2025).

Ketua FKUB Jembrana, I Wayan Windra, mengungkapkan keprihatinannya atas viralnya video tersebut.

Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama dan mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas penyebar video yang dianggap provokatif.

"Kami, FKUB, tidak bisa bekerja sendiri. Kami mohon bapak-bapak Forkopimda juga ikut memberikan pemecahan persoalan ini agar tidak berlarut-larut," tegas Windra.

FKUB sebenarnya telah mengeluarkan seruan bersama sebagai bentuk toleransi, terutama menjelang perayaan Nyepi dan Lebaran.

Namun, insiden ini menunjukkan adanya "ketidaksempurnaan" di lapangan. "Kami mohon maaf atas kejadian ini. Ke depannya, kami akan membuat seruan yang lebih terperinci," imbuhnya.

Baca Juga: Aksi Ngopi di Tengah Jalan Saat Nyepi Bikin Heboh, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf, Begini Pengakuannya

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengajak masyarakat untuk bijak bermedia sosial.

Ia menjelaskan bahwa warga Loloan yang mayoritas muslim adalah warga asli Bugis yang telah lama menetap di Jembrana.

Kembang menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghargai.

"Kejadian seperti ini bukan baru kali ini saja. Mari kita diskusikan hal ini agar ke depannya lebih tertib dan baik," ujar Kembang.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, menyayangkan penyebaran video yang berpotensi mengganggu kerukunan yang telah terjalin baik di Jembrana.

Baca Juga: Perekam Video Suasana Nyepi Ramai di Imam Bonjol Denpasar Minta Maaf

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga harmoni antara warga Muslim dan Hindu.

"Warga Muslim dan Hindu di Jembrana sudah sangat baik, mari kita jaga bersama," pungkas Endang.

Insiden ini menjadi sorotan tajam, mempertanyakan sejauh mana toleransi antarumat beragama di Bali, khususnya di Jembrana, mampu bertahan.

Akankah kejadian ini menjadi titik balik untuk memperkuat kerukunan, atau justru memicu perpecahan? *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#toleransi #bali #bupati jembrana #hari raya nyepi #loloan #i made kembang hartawan #muslim #hindu #fkub