BALIEXPRESS.ID - Sebuah video viral di media sosial Facebook membuat netizen di Bali geger. Video berdurasi 1,5 menit yang diunggah akun Gun Bentet Indrayana itu menampilkan keramaian di jalanan Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Minggu (30/3/2025) dini hari, saat perayaan Nyepi.
Dalam video, terlihat ratusan warga tumpah ruah di jalanan, menyalakan lampu, dan membuka lapak-lapak dadakan.
Banyak pula warga yang duduk di tepi jalan sambil menggelar karpet, dan sepeda motor lalu lalang.
Netizen Gagal Paham, Dikira Pelanggaran Nyepi!
Video yang menunjukkan aktivitas di luar kebiasaan saat Nyepi ini tentu saja membuat netizen bingung.
Pasalnya, Hari Raya Nyepi lazimnya berlangsung dalam suasana sunyi dan hening, dengan "Catur Brata Penyepian" yang ketat.
"Be sing nawang etika sing nawang kangin kauh (sudah tidak tahu etika). Urat malu udah putus. Ngasih contoh tidak baik buat penerus," tulis salah satu akun Facebook.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Saat Memasuki Jalan Utama Pemotor Tewas Terserempet Minibus di Leces!
"Semeton tunggu apa tindakan petugas desa dan aparat di Kabupaten Buleleng. Sing Nawang lek ajak nyame non Hindu (tidak tahu malu dengan masyarakat non Hindu). Pecalang setempat pules (tidur)," timpal akun lainnya.
Fakta Mengejutkan: Tradisi "Nyakan Diwang" yang Mendunia!
Ternyata, keramaian dini hari itu bukanlah pelanggaran Nyepi, melainkan tradisi unik bernama "Nyakan Diwang".
Tradisi ini merupakan warisan budaya tak benda (WBTB) yang telah diakui pemerintah pusat sejak 2018 dan menjadi kekayaan intelektual masyarakat Buleleng pada 2023.
"Nyakan Diwang" dilakukan pada dini hari saat "Ngembak Geni", sehari setelah Nyepi.
Warga keluar rumah dan memasak di depan pintu pagar menggunakan tungku dan kayu bakar. Hidangan yang dimasak kemudian dibagikan kepada tetangga dan keluarga.
"Kita dapat saling mengunjungi, saling sapa, saling mengucapkan selamat hari raya dan yang lainnya," ungkap Ida Ketut Arcana, warga Desa Banjar.
Fakta-Fakta Menarik:
- Video viral menunjukkan keramaian di Buleleng saat Nyepi.
- Keramaian tersebut ternyata tradisi "Nyakan Diwang", bukan pelanggaran Nyepi.
- "Nyakan Diwang" adalah tradisi memasak di luar rumah saat "Ngembak Geni".
- Tradisi ini telah diakui sebagai WBTB dan kekayaan intelektual Buleleng.
- "Nyakan Diwang" menjadi ajang silaturahmi antarwarga.
Pesan Toleransi dan Penghargaan Budaya
Video viral ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memahami dan menghargai perbedaan budaya.
Sebelum menghakimi, sebaiknya kita mencari tahu fakta di balik sebuah tradisi.
Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu menjunjung tinggi toleransi dan kebhinekaan. ***
Editor : I Putu Suyatra