Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dialog Lintas Agama di Jembrana: Halal Bihalal Loloan Timur Bahas Pelaksanaan Hari Raya Nyepi, Hasilkan 4 Kesepakatan

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 2 April 2025 | 02:25 WIB

Halal Bihalal di kediaman Lurah Loloan Timur, Syukron Hadiwijaya, Selasa (1/4).
Halal Bihalal di kediaman Lurah Loloan Timur, Syukron Hadiwijaya, Selasa (1/4).

BALIEXPRESS.ID - Pasca-insiden terkait pelanggaran Hari Raya Nyepi yang sempat memicu ketegangan, Lurah Loloan Timur, Syukron Handiwijaya, mengambil langkah proaktif dengan menggelar acara Halal Bihalal di kediamannya pada Selasa (1/4/2025).

Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga platform penting untuk dialog lintas agama dan upaya pencegahan konflik di Kabupaten Jembrana, Bali.

Lurah Syukron Handiwijaya menekankan bahwa dialog adalah kunci untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik di masa depan.

Baca Juga: MAKIN PANAS!!! Lisa Mariana Ungkap Perempuan Lain yang Juga Punya Hubungan dengan Ridwan Kamil: Disebut Lebih Dulu dari Dirinya

"Kami, atas nama Pemerintah Kelurahan Loloan Timur dan Loloan Barat, menggelar Halal Bihalal yang dihadiri oleh saudara-saudara dari berbagai unsur dan agama," ungkapnya.

"Tujuannya adalah untuk memperkuat komunikasi dan evaluasi terkait isu keagamaan, agar kita dapat belajar dari pengalaman dan mencegah terulangnya kejadian serupa."

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan pihak Pemerintah Kelurahan setempat.

Mereka membahas isu-isu sensitif yang berpotensi memicu konflik, serta mencari solusi bersama untuk menjaga kerukunan antarumat beragama.

Baca Juga: Bupati Satria Tinjau Jalan Rusak di Nusa Penida, Pastikan Perbaikan Segera Dimulai

Salah satu fokus utama dialog adalah evaluasi kegiatan keagamaan, khususnya terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Tokoh-tokoh agama sepakat untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarumat beragama, serta mengedepankan pendekatan humanisme dalam setiap kegiatan.

Bendesa Adat Lokasari, I Nengah Mahadiarta, mengatakan bahwa acara ini menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi antarumat beragama.

"Dengan komunikasi yang erat, kami berharap keamanan dan ketertiban dapat terjaga pada perayaan-perayaan mendatang," ujarnya.

Dari hasil evaluasi, disepakati beberapa langkah konkret untuk mencegah konflik di masa depan, antara lain:

1.  Peningkatan komunikasi dan koordinasi antarumat beragama melalui pertemuan rutin.

2.  Penyelenggaraan kegiatan bersama antarumat beragama untuk mempererat tali silaturahmi.

3.  Peningkatan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

4.  Pembentukan tim mediasi yang bertugas menyelesaikan konflik secara damai.

Acara Halal Bihalal ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kedamaian dan kebersamaan di Jembrana.

Baca Juga: Remisi Khusus Keagamaan Turun, Ratusan Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi

Dialog lintas agama yang konstruktif diharapkan dapat mencegah konflik dan memperkuat harmoni antarumat beragama di masa depan. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hari raya nyepi #lintas agama #loloan timur #halal bihalal #Kabupaten Jembrana #dialog