BALIEXPRESS.ID-Bendesa Adat Besakih sekaligus Panitia Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, Jro Mangku Widiartha buka suara terkait video dan foto viral pemasangan wastra di palinggih Pura Besakih.
Dalam surat resmi yang diunggah melalui akun media sosial Facebook Pura Agung Besakih, Panitia acara memberikan klarifikasi terkait viralnya video tersebut di media sosial.
Baca Juga: Karya IBTK di Pura Agung Besakih; Ini Jadwal Persembahyangan Kabupaten Se-Bali dan Luar Bali
Lebih lanjut Jro Mangku Widiartha menyebutkan bahwa Desa Adat Besakih merupakan hulu/puncak yang sangat suci.
Di mana sesuatu yang boleh dan tidak boleh di Desa Adat Besakih diatur secara khusus dan berlaku khusus di Desa Adat Besakih.
Jika hal tersebut dilanggar maka akan mengakibatkan kehancuran yang berskala massif baik bhuwana alit dan bhuwana agung.
Baca Juga: Kesalahpahaman Berujung Ricuh, Anggota Banser Hampir Diamuk Warga Usai Tendang Petasan
Lebih lanjut, terkait video pemasangan pengiyasan di Padma Tiga di Pura Penataran Besakih, Jro Mangku Widiartha menyebut bahwa sebelum dilakukan pengiyasan, sudah dilakukan upacara matur piuning dan ngingsirang Ida Bhatara.
“Sedurung pangiyasan utawi pemasangan wastra kadulurin antuk upacara matur piuning lan ngingsirang Ida Bhatara jagi Ngiyas lan masang busana, tiosan punika taler kaunggahang orti lan ungkulan ring puncak Padma Tiga,” tulis keterangan dalam klarifikasi Pura Agung Besakih dikutip pada Kamis (03/04/2025).
Lebih lanjut, dijelaskan seusai pemasangan wastra kemudian digelar upacara Pamrayascitta untuk menyucikan palinggih dan mengembalikan Ida Bhatara kembali ke Palinggih.
Baca Juga: Zaskia Gotik Melahirkan Anak Ketiga dengan Proses Normal, Banjir Ucapan Selamat
Pihaknya pun meminta agar masyarakat bijak dalam bermedia sosial.
Sebelumnya, viral di media sosial beredar pemangku naik ke atas palinggih Padma Tiga di Pura Besakih saat memasang wastra.
Tindakan tersebut menuai pro dan kontra warganet di media sosial.
Editor : Wiwin Meliana