Berdasarkan informasi, butuh biaya sekitar USD 12.000 atau sekitar Rp 190 juta rupiah untuk pemulangan jenazah Kadek Melly. Bahkan, butuh waktu 2-3 bulan untuk pemulangan jenazah mendiang Melly jika menggunakan claim asuransi.
Ary Ulangun dari Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group) pada Kamis (3/4) menjelaskan untuk penggalangan donasi sebenarnya sudah dilakukan oleh Eddie Suartana selaku pemilik akun fb @Eddie Suartana sejak 2 hari lalu.
“Nah berawal darisana banyak yang mengirimkan postingan tersebut & meminta saya (Yayasan 10ribuMimpi) untuk ikut membantu penggalangan dana. Namun saya belum berani post dikarenakan saya baca ada proses claim asuransi. Namun karena permintaan masyarakat untuk open donasi, akhirnya saya komunikasi dengan kepala dusun serta keluarga almarhum,” kata Ary Ulangun.
Ary Ulangun pun mencoba berkomunikasi dengan ayah mendiang, Ketut Wandika dan mendatangi langsung rumahnya di Banjar Kangınan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
“Setelah diberikan izin, akhirnya saya posting open donasi dengan deskripsi & caption yang sesuai dengan postingan bapak Eddie, karna koordinasi kami diharapkan bisa satu pintu dalam penggalangan donasi,” jelasnya.
Ary menyebut, open donasi pun bukan bertujuan untuk melepas tanggung jawab agen dalam mengurus kepulangan serta biaya asuransi almarhum.
Melainkan untuk membantu keluarga agar mempunyai biaya yang cukup sementara untuk memulangkan almarhum tanpa menunggu claim asuransi yang membutuhkan waktu hingga 2-3 bulan.
"Memang kalau menunggu waktu claim asuransi itu butuh waktu 2-3 bulan, tentu terlalu lama. Nantinya uang donasi itu tidak hilang begitu saja, nanti dana donasi bisa digunakan untuk kebutuhan upacara almarhum Melly," ungkapnya.
Baca Juga: Bayi Terlantar di Inhil: Kisah Pilu di Balik Tangisan Subuh, Bikin Seorang Ibu Berkaca-kaca
Pihaknya menjelaskan, baru melakukan open donasi sejak Rabu (2/4) malam. Kemudian pada Kamis (3/4) dirinya sudah berkordinasi dengan Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang membidangi ini serta Ketua AP3MI Bali, Ida Bagus Mahendra
“Dari hasil kordinasi sudah diperolah informasi jika diusahakan almarhum dipulangkan dalam waktu 7-10 hari, berarti estimasi tiba di Bali pada 13 April 2025 mendatang,” pungkasnya.
Di sisi lain, penggiat media sosial Eddie Suartana, mengaku dirinya menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu pemulangan jenazah Kadek Melly ke tanah air.
Eddie menegaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan pribadi maupun profesional dengan almarhumah.
Keikutsertaannya dalam penggalangan dana ini semata-mata karena rasa simpati sebagai sesama perantau di negeri orang.
“Saya tidak ada hubungan kerja dengan almarhum. Saya hanya ingin membantu penggalangan dana, sebagai sesama perantau di USA,” singkat Eddie.
Sementara itu, Ketut Wandika mengucapkan terima kasih atas open donasi yang dilakukan oleh Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi dan penggiat media sosial.
"Tiang hanya berharap, teman-teman sebisanya berkolaborasi membantu agar anak saya bisa dipulangkan jenazahnya secara cepat. Harapannya cuma satu, agar anak segera dipulangkan meskipun dalam kondisi berduka. Saya ucapkan terima kasih sekali, karena sudah membantu," kata Wandika.
Lebih lanjut, donasi bisa dikirimkan melalui REK BRI 475801025376530 atas nama Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi. Bisa juga melalui Ovo/Dana 085942890333. (dik)
Editor : I Putu Mardika