BALIEXPRESS.ID - Jembatan Tukad Bangkung, di Kabupaten Badung, Bali, yang terkenal dengan keindahan arsitekturnya, kembali menjadi saksi bisu tragedi memilukan.
Seorang wanita muda berinisial NKMS (21) ditemukan tewas setelah diduga melompat dari jembatan Tukad Bangkung pada Kamis (3/4/2025) malam, sekitar pukul 19.30 WITA.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus serupa di jembatan yang terletak di Desa Pelaga, Petang, Badung ini.
Sebelumnya, seorang anggota kepolisian juga melakukan aksi nekat yang sama, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Bali.
Baca Juga: Kerap Terjadi Ulah Pati, Masyarakat Desak Pemasangan Jaring Pengaman di Jembatan Tukad Bangkung
Identitas Korban dan Asal Usul Misterius
NKMS, korban terbaru dalam tragedi ini, diduga berasal dari Desa Tamblang, Buleleng.
Namun, motif di balik aksi nekatnya masih menjadi misteri. Pihak berwajib terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir di balik kejadian tragis ini.
Evakuasi Dramatis dan Fenomena "Tontonan Tragedi"
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis, melibatkan tim SAR gabungan dan warga setempat.
Namun, yang lebih mencengangkan adalah fenomena "tontonan tragedi" yang terjadi di lokasi kejadian.
Ratusan warga memadati area jembatan, bahkan beberapa di antaranya melakukan siaran langsung di media sosial.
Salah satu akun yang turut menyiarkan proses evakuasi adalah @madesum***.
Tindakan ini memicu perdebatan sengit di kalangan netizen. Ada yang mengecam keras, namun ada pula yang berdalih bahwa hal itu merupakan bentuk kepedulian.
Penyelidikan Mendalam dan Seruan Kepedulian
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan motif di balik peristiwa ini.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi yang tidak berdasar dan menghormati privasi keluarga korban.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Printer Canon Pixma Terbaik untuk Kebutuhan Kantor dan Rumah
Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental.
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami masalah emosional, segera cari bantuan profesional. ***
Editor : I Putu Suyatra