Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Drama U-Turn Depan Krisna Oleh-oleh yang Bikin Geger Bypass Ngurah Rai: Akses Ditutup, Warga Marah

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 7 April 2025 | 14:13 WIB

PROTES: Sejumlah warga Patasari yang menggeruduk proyek penutupan U-turn di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Minggu (6/4).
PROTES: Sejumlah warga Patasari yang menggeruduk proyek penutupan U-turn di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Minggu (6/4).

BALIEXPRESS.ID - Sebuah drama tak terduga pecah di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Bali! Rencana penutupan permanen u-turn strategis tepat di depan pusat oleh-oleh Krisna pada Minggu (6/4) sontak memicu gelombang protes keras dari warga Perumahan Patasari, Lingkungan Jabajero.

Aksi spontan warga yang "menggeruduk" lokasi penutupan berhasil menghentikan sementara kebijakan kontroversial ini.

Bagaimana bisa sebuah u-turn memicu amarah sedemikian rupa? Warga Patasari bersuara lantang, mengungkapkan betapa vitalnya akses putar balik ini bagi mobilitas sehari-hari mereka.

Baca Juga: Dari Sampah Jadi Rupiah: Kisah Inspiratif Pelopor Kerajinan Kulit Kerang yang Mendunia dari Pulau Serangan, Bali

Tanpa sosialisasi dan tanpa solusi alternatif, penutupan ini memaksa mereka menempuh perjalanan yang jauh lebih panjang hanya untuk sekadar berputar arah.

I Wayan Lendra, salah seorang warga Patasari, menjadi juru bicara kekecewaan mereka.

"U-turn ini sangat kami butuhkan. Kalau ditutup, kami harus memutar jauh sekali," ujarnya dengan nada geram.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa rencana penutupan serupa pernah terjadi enam tahun lalu, dan kini kembali menghantui tanpa ada kejelasan.

Baca Juga: Gagal Nyalip, Motor Bonceng Anak 7 Tahun Tabrakan dengan Pikap di Kintamani

Warga merasa diabaikan. Mereka mempertanyakan urgensi penutupan tanpa adanya komunikasi dan kajian yang transparan.

"Kami minta di-stop dulu! Kami keberatan. Tolong berikan kami jalan keluar," tegas Lendra, menyoroti minimnya pertimbangan terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

Keluhan warga semakin kuat mengingat perubahan jalur di Simpang Dewa Ruci yang sudah memperpanjang jarak putar balik.

Mereka mendesak agar pihak terkait melakukan kajian mendalam, terutama karena u-turn ini mayoritas digunakan oleh pengendara sepeda motor.

"Kalau alasannya macet, kenapa u-turn lain di sepanjang Bypass tidak ditutup? Kajian sosial harus disertakan. Mungkin aksesnya bisa digeser sedikit," usul Lendra, mencari solusi yang adil bagi semua pihak.

Aksi protes ini menjadi sinyal kuat bahwa infrastruktur jalan bukan hanya soal kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut hajat hidup dan kemudahan akses bagi masyarakat.

Akankah aspirasi warga Patasari didengar? Bagaimana solusi terbaik akan ditemukan untuk polemik u-turn Krisna Oleh-oleh ini? Ikuti terus perkembangan beritanya! *** 

Baca Juga: Putu Ariadi Pribadi, Birokrat yang awali karir dari Staf BKD, Kini Menjabat Kepala BPBD Buleleng dan Plt Kadisdikpora  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #U-Turn #Kabupaten Badung #krisna oleh-oleh