SINGARAJA, BALI EXPRESS – Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan rencana pembangunan Kawasan Pelabuhan Terpadu Sangsit di Kabupaten Buleleng yang akan mulai dipersiapkan pada tahun 2026 mendatang. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Bali Utara, khususnya Buleleng, yang selama ini dinilai masih tertinggal dibandingkan wilayah selatan.
Dalam pernyataannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa pelabuhan yang akan dibangun ini tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat wisata bahari, namun juga akan difungsikan untuk mendukung aktivitas angkutan barang dan penumpang. Bahkan, pelabuhan ini dirancang untuk mampu melayani kapal pesiar (cruise) yang berkunjung ke Buleleng, membuka potensi pariwisata baru yang lebih besar di kawasan utara Bali.
“Pelabuhan Terpadu Sangsit akan menjadi pelabuhan multifungsi. Selain melayani pariwisata, juga akan menjadi pusat logistik dan transportasi penumpang. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk membangun Bali secara menyeluruh, tidak hanya terkonsentrasi di Bali Selatan,” ujar Koster di Buleleng.
Lebih lanjut, Koster menambahkan bahwa pembangunan pelabuhan ini akan didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan budaya lokal. Ia menegaskan pentingnya pembangunan yang selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang mengedepankan keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Baca Juga: Masuk Zona Pariwisata, Dewan Usulkan Kawasan Celukan Bawang Dikaji Kembali
Rencana pembangunan Kawasan Pelabuhan Terpadu Sangsit ini juga diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan adanya pelabuhan yang modern dan terintegrasi, peluang usaha baru akan terbuka bagi masyarakat, mulai dari sektor transportasi, perhotelan, perdagangan, hingga industri kreatif berbasis budaya lokal.
Pemerintah Provinsi Bali menargetkan agar tahapan persiapan proyek ini, termasuk studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), hingga perencanaan teknis, dapat diselesaikan secara bertahap mulai 2026. Pembangunan fisik diharapkan bisa dimulai segera setelah seluruh dokumen dan izin terkait rampung.
Tak hanya fokus pada sektor kelautan dan pelabuhan, Koster juga menyampaikan bahwa selama lima tahun ke depan, Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Buleleng. Menurutnya, konektivitas antardaerah di Buleleng menjadi kunci bagi pemerataan ekonomi, kemudahan distribusi barang, dan peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
“Program infrastruktur jalan di Buleleng akan terus kami dukung. Tujuannya agar seluruh jalan di wilayah ini berada dalam kondisi baik, sehingga aksesibilitas masyarakat dan wisatawan meningkat secara signifikan,” ujarnya. ***
Editor : Dian Suryantini