Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antar Wisatawan Menyelam di Perairan Tanjung Benoa, Kapten Jukung Hilang Dihantam Ombak: Begini Kejadiannya

Nyoman Suarna • Selasa, 8 April 2025 | 00:48 WIB
TEWAS: Kapten jukung bernama Raja, 61, ditemukan tewas tenggelam dan jenazahnya dimasukkan ke dalam kantong jenazah, Minggu (6/4).
TEWAS: Kapten jukung bernama Raja, 61, ditemukan tewas tenggelam dan jenazahnya dimasukkan ke dalam kantong jenazah, Minggu (6/4).

BALIEXPRESS.ID – Peristiwa nahas terjadi di Perairan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Sabtu (5/4/2025).

Sebuah jukung terbalik usai dihantam gelombang besar, menyebabkan seorang kapten bernama Raja (61) dilaporkan hilang.

Setelah dilakukan pencarian intensif, jenazah korban akhirnya ditemukan pada Minggu pagi (6/4), dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban mengantar dua wisatawan asing (WNA) bersama seorang instruktur selam, sekitar pukul 12.30 WITA.

“Setelah aktivitas menyelam di wilayah timur Tanjung Benoa, sekitar pukul 14.00 WITA, jukung mereka dihantam gelombang besar hingga terbalik,” jelasnya.

Beruntung, ketiga penumpang, di antaranya dua WNA dan satu instruktur, berhasil diselamatkan. Namun, sang kapten tidak ditemukan di lokasi kejadian.

Tim SAR baru bisa mulai melakukan pencarian sekitar pukul 21.10 WITA setelah mendapat laporan dari Polair Tanjung Benoa.

“Karena pencarian malam hari berisiko tinggi dan kurang efektif, tim memutuskan untuk melanjutkan upaya penyisiran keesokan paginya,” tambah Nyoman.

Pada Minggu pagi (6/4), Tim SAR gabungan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) mulai pukul 07.50 WITA untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Sekitar pukul 09.25 WITA, nelayan setempat melaporkan penemuan jenazah seorang pria yang kemudian teridentifikasi sebagai Raja, warga Jalan Lumba-Lumba, Tanjung Benoa.

“Korban ditemukan sekitar 0,3 mil laut arah selatan dari titik lokasi jukung terbalik,” ujar Nyoman.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans milik Desa Adat Tanjung Benoa.

Baca Juga: Pasar Murah Digital Singaraja, Inovasi Sociopreneur Ringankan Beban Jelang Galungan dan Kuningan  

Pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Pol Air Polda Bali, TNI AL Pos Pelabuhan Benoa, nelayan setempat, masyarakat, serta pihak keluarga.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas,” tutup Nyoman Sidakarya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#jukung #hilang #tewas #wisatawan #kapten #ombak #menyelam