Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TMMD di Buleleng Akan Sasar Desa Depeha, Gaungkan Kembali Kejayaan Mangga Depeha

Dian Suryantini • Jumat, 11 April 2025 | 01:02 WIB

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana.
Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) akan mulai dilakukan pada bulan Mei 2025. TMMD kali ini kembali mendorong pembangunan berkelanjutan di daerah terpencil, dengan menggandeng potensi lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng, yaitu mangga Depeha.

Pada TMMD 2025 yang dilaksanakan di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, TNI bersama pemerintah daerah tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menaruh perhatian besar pada sektor pertanian, terutama pengembangan mangga Depeha sebagai komoditas unggulan daerah.

Mangga Depeha merupakan varietas mangga lokal khas Desa Depeha yang telah lama dikenal karena cita rasanya yang manis, daging buah yang tebal, serta aroma khas yang membedakannya dari jenis mangga lainnya. Tidak hanya disukai oleh masyarakat lokal, mangga ini juga mulai diminati oleh pasar luar daerah karena kualitasnya yang unggul. Potensinya sebagai komoditas ekspor pun semakin terbuka luas, terutama jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana, menyatakan bahwa melalui TMMD kali ini, pihaknya ingin memperkuat potensi lokal yang ada dengan harapan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

“Mangga Depeha memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi ikon pertanian Buleleng. Melalui sinergi dengan Dinas Pertanian, kami tidak hanya memberikan bantuan infrastruktur, tetapi juga melaksanakan pelatihan teknis budidaya mangga dan menyalurkan bibit unggul kepada para petani,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga: Upacara Misterius Nampah Batu di Desa Depeha: Tradisi Hindu Bali Kuno atau Rahasia Alam Gaib?

Program pelatihan yang diberikan meliputi teknik pemangkasan, perawatan tanaman, pengendalian hama, serta metode pemupukan yang tepat. Diharapkan, dengan adanya pendampingan dan dukungan langsung dari TNI dan pemerintah, petani lokal dapat meningkatkan hasil panen serta kualitas buah yang dihasilkan.

“Selam aini untuk mempercepat produksi kan disuntik ya. Itu juga berdampak pada penurunan hasil produksi dan umur pohon. Itu juga salah satu hal yang kami sasar, ada kegiatan penyuluhan pertaniannya juga untuk menghasilkan produksi yang baik,” kata Dandim Angga.

Lebih dari sekadar buah, mangga Depeha menjadi simbol kekuatan ekonomi desa dan bukti bahwa kekayaan lokal mampu menjadi penggerak utama pembangunan. TMMD tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun semangat masyarakat untuk berdaya dan mandiri melalui potensi yang mereka miliki. Dengan demikian, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“Kami ingin Mangga ini menjadi berjaya lagi, baik dalam bentuk oleh-oleh atau olahan makanan lainnya. Momen TMMD ini saya ingin menggaungkan kembali mangga Depeha ini. Lahan kosong yang ada di sana akan kami tanami lagi dengan bibit baru. Saat ini kan masih ada pohon-pohon yang sudah tua, dan dari pihak desa juga lahan-lahan itu disiapkan untuk regenerasi manga yang nantinya akan dirancang sebagai wisata mangga Depaha,” tutup Angga. ***

Editor : Dian Suryantini
#mangga #manis #wisata mangga #unggulan #tmmd #Depeha #pertanian #komoditas #buleleng