Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta-Fakta Mengejutkan Pemukulan Pecalang di Pura Agung Besakih: Ayah dan Anak Jadi Tersangka, Bahkan Ada Residivis Kasus Pembunuhan!

I Wayan Adi Prabawa • Kamis, 17 April 2025 | 03:05 WIB

DIAMANKAN: Jajaran Polres Karangasem mengamankan tiga terduga pelaku pemukulan terhadap pecalang di Besakih.
DIAMANKAN: Jajaran Polres Karangasem mengamankan tiga terduga pelaku pemukulan terhadap pecalang di Besakih.

BALIEXPRESS.ID – Kasus pemukulan pecalang (petugas keamanan adat) di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, memasuki babak yang lebih mengejutkan!

Setelah penyelidikan intensif, Polres Karangasem berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku.

Namun, fakta yang terungkap di balik penangkapan ini sungguh mencengangkan dan membuat bulu kuduk berdiri!

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis: Inovasi Pemerintah Menuju Indonesia Sehat dan Tangguh

Inilah fakta-fakta mengejutkan yang berhasil dirangkum terkait kasus pemukulan pecalang di Besakih:

Tiga Pelaku Pemukulan Pecalang Ternyata Ayah dan Anak

Fakta pertama yang mengagetkan adalah identitas ketiga pelaku yang kini mendekam di balik jeruji besi Polres Karangasem.

Mereka adalah IGLAED (30), IGLR (56), dan IGNAAP (21).

Usut punya usut, ketiganya ternyata memiliki hubungan darah sebagai ayah dan anak yang berasal dari Kecamatan Selat, Karangasem!

Baca Juga: Kabar Gembira Jelang Hari Raya Galungan! Bansos Anti Inflasi Cair, DPRD Badung Beri Pujian Selangit! Tapi... Ada 'Tapinya'!

Motif keluarga dalam aksi kekerasan ini masih menjadi misteri yang terus didalami pihak kepolisian.

Salah Satu Pelaku Ternyata RESIDIVIS Kasus PEMBUNUHAN

Fakta yang lebih mencengangkan dan mengerikan terungkap! Salah satu dari tiga pelaku, yakni IGLR (ayah dari dua pelaku lainnya), ternyata bukanlah orang baru dalam dunia kriminalitas.

Ia adalah seorang residivis yang pernah merasakan dinginnya sel tahanan dalam kasus PEMBUNUHAN di Selat!

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polres Karangasem Iptu I Gede Sukadana.

Masa lalu kelam salah satu pelaku ini tentu menambah dimensi baru dan pertanyaan besar dalam kasus pemukulan pecalang ini.

Pemicu Pemukulan: Jawaban Pecalang Soal Jarak yang Bikin Tersinggung

Insiden kekerasan ini ternyata dipicu oleh hal sepele namun berujung fatal.

Saat korban, I Nengah Wartawan, yang sedang bertugas mengarahkan pamedek (umat yang bersembahyang) untuk keluar melalui jalur barat, salah seorang pelaku merespons dengan nada bertanya dalam bahasa Bali: "Joh dong?" (Jauh dong?).

Baca Juga: Bukan Hanya Pengacara Kondang! Terungkap, Kisah 3 Pernikahan Hotma Sitompul yang Penuh Misteri dan Drama: Ada Istri Kedua yang Tak Diketahui Publik

Jawaban korban, "Ke Lempuyang mare joh mejalan (Ke Lempuyang baru jauh berjalan)", justru membuat pelaku tersinggung hingga terjadi adu mulut yang berujung pada pemukulan.

Polisi Bertindak Cepat: Olah TKP dan CCTV Ungkap Identitas Pelaku

Keberhasilan Polres Karangasem dalam waktu singkat mengamankan ketiga pelaku tak lepas dari serangkaian tindakan penyelidikan yang sigap.

Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi menjadi kunci dalam mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang kini dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Baca Juga: Tobat Pak! Pria Berkasta asal Jembrana Kembali Mencuri, Sasarannya Pura di Dangintukadaya: Barang Ini yang Jadi Sasaran

Imbauan Tegas Kapolres: Hormati Petugas, Petugas Harus Santun

Menyikapi insiden memalukan ini, Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba memberikan imbauan tegas kepada masyarakat yang akan bersembahyang dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2025 untuk selalu menaati aturan dan petunjuk dari petugas di Pura Agung Besakih.

Di sisi lain, Kapolres juga mengingatkan para petugas untuk memberikan pelayanan yang santun dan edukatif kepada masyarakat.

Kasus pemukulan pecalang di Besakih ini bukan hanya sekadar tindak kekerasan biasa.

Terungkapnya hubungan ayah dan anak antar pelaku serta fakta bahwa salah satunya adalah residivis kasus pembunuhan, menambah lapisan kegelapan dan pertanyaan besar dalam insiden yang mencoreng kesucian tempat ibadah ini.

Bagaimana kelanjutan kasus ini? Apa motif sebenarnya di balik tindakan keluarga ini? Publik menanti pengungkapan fakta selanjutnya dari pihak kepolisian. ***

Baca Juga: Duarrr! Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jembrana: Begini Kronologinya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pecalang #pembunuhan #pemukulan #Kabupaten Karangasem #residivis #Pura Agung Besakih