Fakta-Fakta Mengejutkan Pemukulan Pecalang di Pura Agung Besakih: Ayah dan Anak Jadi Tersangka, Bahkan Ada Residivis Kasus Pembunuhan!
I Wayan Adi Prabawa• Kamis, 17 April 2025 | 03:05 WIB
DIAMANKAN: Jajaran Polres Karangasem mengamankan tiga terduga pelaku pemukulan terhadap pecalang di Besakih.
BALIEXPRESS.ID – Kasus pemukulan pecalang (petugas keamanan adat) di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, memasuki babak yang lebih mengejutkan!
Setelah penyelidikan intensif, Polres Karangasem berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku.
Namun, fakta yang terungkap di balik penangkapan ini sungguh mencengangkan dan membuat bulu kuduk berdiri!
Motif keluarga dalam aksi kekerasan ini masih menjadi misteri yang terus didalami pihak kepolisian.
Salah Satu Pelaku Ternyata RESIDIVIS Kasus PEMBUNUHAN
Fakta yang lebih mencengangkan dan mengerikan terungkap! Salah satu dari tiga pelaku, yakni IGLR (ayah dari dua pelaku lainnya), ternyata bukanlah orang baru dalam dunia kriminalitas.
Ia adalah seorang residivis yang pernah merasakan dinginnya sel tahanan dalam kasus PEMBUNUHAN di Selat!
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polres Karangasem Iptu I Gede Sukadana.
Masa lalu kelam salah satu pelaku ini tentu menambah dimensi baru dan pertanyaan besar dalam kasus pemukulan pecalang ini.
Pemicu Pemukulan: Jawaban Pecalang Soal Jarak yang Bikin Tersinggung
Insiden kekerasan ini ternyata dipicu oleh hal sepele namun berujung fatal.
Saat korban, I Nengah Wartawan, yang sedang bertugas mengarahkan pamedek (umat yang bersembahyang) untuk keluar melalui jalur barat, salah seorang pelaku merespons dengan nada bertanya dalam bahasa Bali: "Joh dong?" (Jauh dong?).
Jawaban korban, "Ke Lempuyang mare joh mejalan (Ke Lempuyang baru jauh berjalan)", justru membuat pelaku tersinggung hingga terjadi adu mulut yang berujung pada pemukulan.
Polisi Bertindak Cepat: Olah TKP dan CCTV Ungkap Identitas Pelaku
Keberhasilan Polres Karangasem dalam waktu singkat mengamankan ketiga pelaku tak lepas dari serangkaian tindakan penyelidikan yang sigap.
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi menjadi kunci dalam mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang kini dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.
Imbauan Tegas Kapolres: Hormati Petugas, Petugas Harus Santun
Menyikapi insiden memalukan ini, Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba memberikan imbauan tegas kepada masyarakat yang akan bersembahyang dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2025 untuk selalu menaati aturan dan petunjuk dari petugas di Pura Agung Besakih.
Di sisi lain, Kapolres juga mengingatkan para petugas untuk memberikan pelayanan yang santun dan edukatif kepada masyarakat.
Kasus pemukulan pecalang di Besakih ini bukan hanya sekadar tindak kekerasan biasa.
Terungkapnya hubungan ayah dan anak antar pelaku serta fakta bahwa salah satunya adalah residivis kasus pembunuhan, menambah lapisan kegelapan dan pertanyaan besar dalam insiden yang mencoreng kesucian tempat ibadah ini.
Bagaimana kelanjutan kasus ini? Apa motif sebenarnya di balik tindakan keluarga ini? Publik menanti pengungkapan fakta selanjutnya dari pihak kepolisian. ***