BALIEXPRESS.ID-Senator Niluh Djelantik merespons video viral pengakuan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban penipuan kos-kosan dan kontrakan di Bali.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Niluh Djelantik segera berkomunikasi dengan si pengunggah video melalui akun @ceninin_.
Pihaknya menyarankan agar semua korban yang berjumlah 17 orang mengikuti semua proses dan memberikan keterangan serta bukti-bukti lengkap kepada polisi.
Bahkan secara langsung Niluh Djelantik juga telah melakukan koordinasi dengan Kapolresta Denpasar.
“Komunikasi senator Djelantik via telpon dengan Kapolresta Denpasar @polrestadenpasar. Terimakasih bang Kapolresta Kombes Pol Muhammad Iwbal Simatupang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Niluh Djelantik berpesan agar ke depan agar masyarakat berhati-hati saat menyewa rumah kos.
Baca Juga: Viral! 17 Orang Jadi Korban Penipuan Kos-Kosan di Bali, Pelaku Diduga Wanita Asal Kupang
“Selalu cek dan ricek kepemilikan property termasuk jga menanyakan kepada pihak penanggung jawab lingkungan, kelian banjar, atau kaling sekaligus perkenalkan diri kalian karena akan jadi bagian wilayah tersebut,” nasehatnya.
Sebelumnya, Media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban penipuan kos-kosan dan kontrakan di Bali.
Dalam video yang diunggah oleh akun @ceninin_., terduga pelaku merupakan seorang wanita yang berasal dari Kupang bernama Elisabeth Dewi Seni Astuti.
Lebih lanjut, perempuan yang mengaku menjadi korban penipuan tersebut membeberkan modus licik pelaku.
Terduga pelaku menyewa kos atau kontrakan di Bali selama 1 bulan, kemudian kos atau kontrakkan itu disewakan kembali kepada para perantau.
Perantau yang berminat kemudian dimintai uang sewa selama 6 bulan hingga 2 tahun.
Baca Juga: Diakui Dunia, Layanan Wealth Management BRI Raih Penghargaan Internasional dari Euromoney
“Terpantau 17 orang ditipu di Bali, penipuan kos-kosan kontrakan dan kita diminta duit untuk bayar setengah tahun, satu tahun dua tahun dan orangnya kabur,” ungkap perempuan tersebut sembari menunjukkan teman-teman lainnya yang juga bernasib sama.
Bahkan dalam video tersebut, remaja tersebut juga menyertakan foto dari pelaku penipuan.
Akibat perbuatan wanita tersebut, sebanyak 17 orang diusir dari kos-kosan dan kontrakan karena masa sewa kepada pemilik sudah habis.
Editor : Wiwin Meliana