Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jalur Maut Denpasar-Gilimanuk: Berawal dari Saling Salip
I Gde Riantory Warmadewa• Sabtu, 19 April 2025 | 02:56 WIB
Kecelakaan beruntun yang terjadi di hutan Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana.
BALIEXPRESS.ID - Jalan Denpasar-Gilimanuk kembali menelan "korban" dalam insiden kecelakaan karambol yang melibatkan tiga kendaraan sekaligus!
Dua mobil pikap dan satu minibus terlibat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 120–121, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (17/4/2025) pagi.
Pemandangan ironis ini langsung mengundang tanya: siapa sebenarnya yang memulai "lomba balap liar" tak berujung ini?
Menurut informasi yang dihimpun, "ring tinju" dadakan di jalan raya ini mempertemukan Pikap Isuzu Traga bernomor polisi P 8069 VL, Pikap Mits L300 dengan nomor polisi P 8210 KA, dan Minibus bernomor polisi DK 7372 GA.
Ketiga kendaraan malang ini melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk, sebelum akhirnya "bertabrakan" dalam drama pukul 08.35 Wita.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Komang Muliyadi, mengungkapkan kronologi awal yang cukup membingungkan.
Rupanya, Pikap Traga yang dikemudikan Soleh (33), warga Banyuwangi, mencoba menyalip Pikap L300 yang dikemudikan Slamet Hartono (37), yang juga berasal dari Banyuwangi.
"Saat kedua kendaraan sejajar, mobil Pikap L300 juga mencoba menyalip Minibus yang berada di depannya dan dikemudikan oleh Arif Kuskasiono (48) asal Gilimanuk," beber Kompol I Komang Muliyadi.
Aksi saling salip yang terjadi secara beruntun inilah yang diduga menjadi biang keladi kekacauan.
Efek Domino yang Bikin Deg-degan!
Manuver berbahaya Pikap L300 yang mencoba menyalip minibus rupanya berakibat fatal.
Pengemudi Pikap Traga yang berada di sampingnya kehilangan kendali dan tanpa ampun menabrak bagian belakang Minibus.
Akibatnya, minibus malang itu oleng dan terguling mengenaskan di sisi jalan.
Sementara itu, kedua pikap yang terlibat "adu kecepatan" itu justru terperosok ke parit di sisi selatan jalan. Sebuah pemandangan yang sungguh dramatis!
Kini, ketiga kendaraan yang terlibat "laga" ini telah diamankan sebagai barang bukti.
Laporan awal pun telah disusun rapi untuk diserahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana, yang akan mengusut tuntas siapa sebenarnya "dalang" di balik insiden karambol ini.
Akibat "pertandingan" yang tak diinginkan ini, kedua pikap mengalami kerusakan parah di bagian depan, ringsek tak berbentuk.
Nasib minibus tak kalah tragis, bodi kendaraannya remuk redam akibat terguling. Namun, keajaiban terjadi! Tak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini.
Meski begitu, "medali" luka tetap menghiasi beberapa pihak. Pengemudi Pikap L300 menderita luka robek di telapak tangan kiri, sementara pengemudi Pikap Traga ajaibnya selamat tanpa luka sedikit pun.
Namun, dua penumpang Pikap L300, Aldi Wirahadi Kusuma (31) dan Erwin Prasetyo (44), harus menerima perawatan intensif di Puskesmas II Melaya akibat patah tulang kaki kiri dan luka robek di pelipis kanan.
"Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan pihak yang paling bertanggung jawab dalam kejadian tersebut," tegas Kompol I Komang Muliyadi.
Siapakah yang akan "diskualifikasi" dalam insiden karambol ini? Apakah aksi saling salip yang membabi buta menjadi penyebab utama? Atau adakah faktor lain yang masih tersembunyi?
Ikuti terus perkembangan penyelidikan kasus "adu banteng" tiga kendaraan di jalur tengkorak Gilimanuk ini!
Siapa yang akan dinyatakan bersalah dan bagaimana nasib para korban luka? Misteri di balik kecelakaan beruntun ini siap untuk diungkap! ***