Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siap Cetak Generasi Unggul! Sekolah Berasrama Gratis di Bali Ini Buru Siswa Miskin Berprestasi, Ini Tahapan Seleksinya!

I Putu Suyatra • Sabtu, 19 April 2025 | 15:12 WIB

SISWA BARU: Suasana belajar mengajar di SMKN Bali Mandara. (SMKN Bali Mandara)
SISWA BARU: Suasana belajar mengajar di SMKN Bali Mandara. (SMKN Bali Mandara)

BALIEXPRESS.ID - Kabar gembira bagi putra-putri terbaik Bali! Dua sekolah unggulan milik Pemerintah Provinsi Bali, yakni SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara, kembali membuka pintu lebar untuk menerima calon siswa baru tahun ajaran 2025/2026.

Ada yang menarik dan berbeda! Tahun ini, kedua sekolah prestisius ini kembali menerapkan sistem pembelajaran berasrama penuh alias boarding school, menjanjikan pendidikan berkualitas tanpa biaya sepeser pun bagi siswa terpilih.

Dengan kuota terbatas, 150 kursi di SMAN Bali Mandara dan 180 kursi di SMKN Bali Mandara, persaingan dipastikan ketat.

Baca Juga: Menguak Misteri BPD: Lebih dari Sekadar Mood Swing, Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kepribadian Ambang yang Perlu Kamu Tahu!

Namun, ada satu hal yang menjadi fokus utama: kedua sekolah ini secara khusus mencari siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Bagaimana proses seleksinya? Siap-siap dibuat penasaran!

Bukan Sekadar Daftar! Ada 'Ujian' Kemiskinan yang Harus Dilewati Calon Siswa

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah resmi dibuka sejak 10 April hingga 10 Mei 2025.

Di tahap awal ini, para pelamar wajib mengirimkan berkas administrasi yang tak biasa.

Selain rekomendasi dari kepala sekolah, calon siswa harus melampirkan surat keterangan miskin dari kepala desa/lurah beserta dokumen pendukung lainnya yang membuktikan kondisi ekonomi keluarga.

Baca Juga: Unggul Lebih Dulu, Bali United Pulang Tanpa Poin dari Markas Persib Bandung

Namun, ini belum selesai! Di bulan Mei, tim khusus dari sekolah akan turun langsung melakukan home visit atau kunjungan rumah.

Tujuannya satu: memastikan kebenaran status ekonomi calon siswa. Kepala SMKN Bali Mandara, Ketut Susila Widiarsana, bahkan membocorkan adanya 23 indikator kemiskinan yang akan dinilai secara detail.

Mulai dari kondisi rumah, aset keluarga, kepemilikan barang berharga, hingga bantuan sosial yang diterima.

"Tahap home visit ini kami lakukan guna memastikan bahwa siswa yang kami terima benar-benar dari keluarga miskin," tegasnya.

Siapkah Mentalmu Tinggal di Asrama? Ada Bootcamp yang Menanti!

Setelah lolos verifikasi ekonomi, tantangan berikutnya adalah bootcamp pengenalan kehidupan berasrama yang akan digelar pada 2-4 Juni.

Jangan bayangkan kegiatan baris-berbaris ala militer! Menurut Susila, bootcamp ini lebih bertujuan untuk mengenalkan tata cara kehidupan di sekolah berasrama.

Namun, ada juga beberapa tes yang akan menguji kesiapan calon siswa, seperti tes kesehatan, tes wawancara, serta tes minat dan bakat.

Baca Juga: Yabes Tanuri Angkat Bicara soal Keputusan Teco Mundur dari Bali United

"Karena pengalaman sebelumnya, ada siswa yang tidak siap dengan kehidupan berasrama. Makanya, bootcamp ini salah satu tahap pengenalan, apakah mereka siap atau tidak," jelas Susila.

Khusus untuk SMKN Bali Mandara, dari 270 calon siswa yang mengikuti bootcamp, hanya 180 yang akan diterima dan berkesempatan memilih jurusan impian seperti Teknik Komputer Jaringan, Desain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB), atau Teknik Otomotif.

Kepala SMAN Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati, menambahkan bahwa pihaknya juga siap menerima 150 siswa baru dengan prioritas utama bagi siswa dari keluarga miskin, sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#sman bali mandara #Boarding School #ppdb #smkn bali mandara #miskin