BALIEXPRESS.ID - Di momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-12 Relawan De Gadjah (RDG), Made Muliawan Arya alias De Gadjah meresmikan De Gadjah Center atau Yayasan De Gadjah Bali pada Minggu (20/4).
Bertempat di Sekretariat De Gadjah Center, Renon, Denpasar, Ketua DPD Partai Gerindra Bali ini menegaskan bahwa tempat tersebut bukan sekadar markas relawan.
Melainkan sebuah "Rumah Masyarakat"—ruang terbuka bagi warga Bali untuk menyampaikan aspirasi, mengadu, dan mendapatkan perhatian atas persoalan yang mereka hadapi.
Baca Juga: Dalami Peran! Song Joong Ki Rela Belajar Jadi Florist Setahun Penuh demi Drama Terbaru “My Youth”
“Kenapa ada De Gadjah Center? Karena tempat ini strategis. Sekretariat ini adalah tempat di mana saudara-saudara kita bisa mengadu, bukan hanya relawan tapi siapa pun masyarakat yang punya masalah umum,” ungkapnya.
Menariknya, De Gadjah juga mengungkapkan rencana peluncuran podcast khusus untuk menampung suara-suara masyarakat kecil.
Dalam dua bulan ke depan, podcast tersebut akan mengudara, dengan dirinya sendiri sebagai host.
Baca Juga: Turyapada Tower Kokoh hingga 500 tahun, Gubernur Koster Siapkan Perda Robohkan Tower Berserakan
“Bukan untuk cari orang viral atau terkenal. Podcast ini menghadirkan masyarakat yang terzolimi. Saya sendiri yang akan jadi host. Bayangkan De Gadjah jadi host, bisa-bisa kalian gagal fokus nonton nanti,” katanya.
Walau terbuka untuk umum, De Gadjah mengingatkan bahwa De Gadjah Center tetap menjunjung tinggi etika dan adab.
Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi di tempat ini tetap harus mengikuti aturan dan tata krama yang berlaku.
Baca Juga: Sempat Diduga Dicuri, Tas Hilang di Pura Besakih Akhirnya Ditemukan, Begini Klarifikasi Pemilik
“Ini rumah masyarakat, tapi bukan sembarang masuk. Ada tata krama,” tegasnya.
Hadirnya De Gadjah Center, RDG dan masyarakat Bali kini memiliki tempat pengaduan, edukasi, hingga pengembangan komunitas sosial-politik yang lebih luas.(***)
Editor : Rika Riyanti