BALIEXPRESS.ID - Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah di Provinsi Bali pada tahun 2024 mencapai lebih dari 1,2 juta ton.
Sementara laporan Institute for Essential Services Reform (IESR) mencatat peningkatan volume sampah di Bali sebesar 30 persen dalam periode 2000 - 2024, yang dipengaruhi oleh pertumbuhan pariwisata dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampah di berbagai lapisan masyarakat.
Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2025, sebuah aksi bersih-bersih pantai digelar di Pantai Jerman, Kuta.
Baca Juga: Bali Izinkan Sapi NTB Lintasi Wilayahnya Menuju Jawa, Izin Berlaku Sampai 30 April 2025
Kegiatan ini diinisiasi oleh pelaku industri perawatan pesawat yang baru-baru ini membuka fasilitas terbarunya di Bali, PT Avia Technics Dirgantara, atau yang lebih dikenal dengan FL Technics Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi terhadap keberlanjutan dan keterlibatan sosial di komunitas lokal.
Mengusung tema #ClearedForCleanup, kegiatan ini merupakan aksi sosial perdana yang melibatkan karyawan perusahaan dan komunitas lingkungan Sea Soldier, sekaligus menjadi bentuk partisipasi dalam program resmi Pemerintah Provinsi Bali, Gerakan Bali Bersih Sampah, yang diluncurkan pada 12 April 2025.
Program tersebut bertujuan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat citra pariwisata berkelanjutan.
Baca Juga: Harga Emas Tembus Rp1,9 Juta per Gram, Dampak Gejolak Global dan Lonjakan Permintaan
“Terinspirasi dari istilah “cleared for” dalam dunia aviasi yang menandakan kesiapan untuk bertindak, Cleared For Cleanup mencerminkan kesiapan kami untuk berkontribusi secara nyata terhadap keberlanjutan dan keterlibatan sosial di komunitas. Dari hanggar ke pantai, dari perawatan pesawat ke kepedulian terhadap tempat kami bertumbuh, kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi pelaku industri lainnya untuk turut menjaga harmoni antara bisnis dan lingkungan,” ujar Chairman FL Technics Indonesia, Martynas Grigas.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan komunitas lingkungan Sea Soldier, yang dikenal aktif dalam pelestarian laut dan pesisir.
Melalui keterlibatan langsung dari para peserta, sebanyak 130 kg sampah berhasil dikumpulkan, dipilah, dan dikelola dengan pendekatan ramah lingkungan.
“Kami ingin tumbuh bersama Bali, tidak hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra komunitas. Harapan kami, Cleared For Cleanup menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara sektor industri dan masyarakat dalam menghadirkan aksi nyata bagi lingkungan. Sebab keberlanjutan tidak bisa berjalan sendiri, namun membutuhkan kepedulian dan kolaborasi lintas elemen,” tutup Martynas.
Baca Juga: Dua Kurir Sabu Asal Jatim Ditangkap di Bangli, Satu Orang Nekat Serang Petugas
FL Technics Indonesia percaya bahwa pelestarian lingkungan perlu menjadi bagian dari budaya perusahaan dan dijalankan dengan pendekatan inklusif yang melibatkan karyawan, komunitas lokal, hingga mitra industri.
“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara sektor industri dan masyarakat dalam menciptakan dampak nyata bagi lingkungan,” ujarnya.(***)
Editor : Rika Riyanti