Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Kadek Fendi Wirawan, Ilmuwan Laut Asal Buleleng yang Getol Konservasi Terumbu Karang, Suarakan hingga Forum Global

I Putu Mardika • Sabtu, 26 April 2025 | 19:06 WIB

Kadek Fendi Wirawan saat menjadi panelis dalam Ocean 20 di Nusa Dua Bali serangkaian G20 tahun 2022 lalu
Kadek Fendi Wirawan saat menjadi panelis dalam Ocean 20 di Nusa Dua Bali serangkaian G20 tahun 2022 lalu
BALIEXPRESS.ID-Sosok Kadek Fendi Wirawan, S.Pi., M.Sc., mungkin belum banyak dikenal publik secara luas. Namun di kalangan pegiat kelautan dan konservasi laut, nama pria kelahiran Dusun Kelodan, Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini telah melambung hingga panggung internasional.

Lahir pada 18 Maret 1989, putra kedua dari pasangan suami-istri Kayan dan Luh Wati ini meniti jalan panjang dari desa kecil di Bali Utara menuju forum-forum global yang membahas masa depan laut dunia.

Perjalanan akademiknya dimulai dari SD Negeri 2 Kalianget tahun 2001 silam. Dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Seririt tahun 2004, dan kemudian ke SMA Negeri 1 Seririt tahun 2007 silam.

Kecintaannya terhadap laut dan lingkungan membawanya masuk ke Program D3 Ilmu Kelautan di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, lulus tahun 2013.

Fendi kemudian melanjutkan S1 di Universitas Warmadewa, Denpasar, dan meraih gelar sarjana pada 2017.

Tidak berhenti di situ, pria yang hobby diving ini terus menimba ilmu di jenjang pascasarjana. Ia menyelesaikan studi S2 Ilmu Kelautan di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2023.

Meski sudah mengantongi jenjang S2, Fendi tak menghentikan langkahnya untuk menimba ilmu. Saat ini, ia tengah menempuh program doktoral (S3) di Universitas Diponegoro, Semarang dengan menekuni riset-riset strategis tentang ekosistem laut dan rehabilitasi terumbu karang.

Karier profesionalnya pun tak kalah gemilang. Sejak 2014, ia menjabat sebagai Ketua P2MKP (Balai Pusat Pelatihan Perikanan) Banyuwangi, sebuah lembaga pelatihan berbasis masyarakat di bidang perikanan dan kelautan.

Di tingkat nasional, Kadek Fendi tercatat sebagai asesor bidang kelautan dan perikanan di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sejak 2016.

Ia juga aktif dalam dunia pendidikan dan pelestarian lingkungan, pernah menjadi Program Manager Green Ranger di Window to The World School (2017–2020), sebuah program edukasi lingkungan berbasis sekolah.

Pengalaman ini memperkuat posisinya sebagai penghubung antara ilmu, pendidikan, dan aksi nyata di lapangan.

Kontribusinya dalam program-program konservasi kelautan semakin signifikan saat bergabung sebagai peneliti (Marine Scientist) di program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) yang digagas oleh Kemenko Marves sejak 2020 hingga 2024.

Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam rehabilitasi terumbu karang di berbagai perairan Indonesia.

Tak hanya di dalam negeri, Kadek Fendi juga dipercaya sebagai Program Manager Reef Gardening Volunteer World Program di Jerman sejak 2022.

Tahun berikutnya, ia dipercaya menjadi manajer program Adventure Cross Country (ARCC) yang berbasis di Amerika Serikat, membawahi program edukasi dan konservasi lintas negara.

Pada 2023, Kadek Fendi mendirikan dan menjabat sebagai Direktur Yayasan Indonesia Reef Warrior, organisasi yang berfokus pada pemberdayaan komunitas dalam pelestarian laut.

Lembaga ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk terlibat dalam upaya penyelamatan ekosistem laut Indonesia yang terus terancam.

Kiprahnya mengundang pengakuan internasional. Pada tahun 2022, ia menjadi panelis dalam Ocean 20 di Nusa Dua Bali, forum yang menjadi bagian dari agenda G20.

Di tahun yang sama, ia tampil sebagai pembicara untuk PBB dalam peringatan World Tourism Day yang diselenggarakan oleh UNWTO, juga di Nusa Dua.

Tahun 2023, Kadek kembali tampil di forum Ecotourism Bali di Hotel Kempinski, berbagi pengalaman tentang keterkaitan antara konservasi laut dan pariwisata berkelanjutan.

Sebagai putra Buleleng, ia bertanggungjawab untuk ikut berkontribusi menjaga ekosistem terumbu karang agar tetap Lestari

“Kondisi ekosistem terumbu karang buleleng dalam kategori buruk sampai dengan kategori sedang. Upaya konservasi dan restorasi dengan konsep Natural Base Solution penting untuk dilakukan dimasa depan,” jelas Fendi.

Dengan rekam jejak akademik dan profesional yang kuat, Kadek Fendi Wirawan, kiprahnya dalam dunia konservasi terumbu karang memberikan peluang baru untuk memajukan dunia kemaritiman di Bali maupun di Indonesia.

Laut bukan hanya masa depan, tapi juga identitas kita sebagai bangsa maritim, pungkasnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#Konservasi Laut #Desa Kalianget #bali utara #konservasi terumbu karang #Kadek Fendi Wirawan #seririt #laut #buleleng