BALIEXPRESS.ID - Satu-satunya armada pemadam kebakaran (Damkar) yang bertugas di Kecamatan Nusa Penida mengalami kerusakan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat tahun ini belum ada rencana pengadaan unit baru oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klungkung.
"Untuk anggaran tahun ini memang tidak ada pengadaan armada Damkar," kata Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suarbawa, Minggu (27/4/2025).
Dewa Suarbawa menjelaskan, kebutuhan armada baru baru bisa dipenuhi pada tahun 2026 mendatang. Saat ini, pihaknya tengah menyusun usulan pengadaan, yang akan diajukan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali.
Adapun total anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp2,6 miliar. Rinciannya meliputi pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.500 liter lengkap dengan lapisan anti karat senilai Rp2,1 miliar, empat unit pompa portabel senilai Rp240 juta, dua unit sepeda motor pemadam roda tiga senilai Rp300 juta, serta 12 unit tabung alat pemadam api ringan (APAR) senilai Rp32 juta lebih.
"Mobil pemadam yang baru akan ditempatkan di Nusa Penida. Kami usulkan tambahan lapisan anti karat, karena lokasi kantor camat dekat laut membuat armada lama cepat berkarat," ungkap Dewa Suarbawa.
Sembari menunggu armada baru, penanganan kebakaran di Nusa Penida saat ini mengandalkan satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter yang dilengkapi dengan dua unit mesin portabel. Mesin ini dipasang pada mobil tangki dan berfungsi untuk menyedot air dari dalam tangki lalu menyemprotkan ke titik api.
"Mesin portabel ini praktis dibawa dan mampu menyemprot air hingga jarak 10 meter," jelasnya.
Dua unit mesin portabel tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Bali yang diterima pada Oktober 2024 lalu. Sementara itu, mobil Damkar yang mengalami kerusakan sudah dipindahkan ke Klungkung daratan untuk diperbaiki.
"Mesin mobilnya sebenarnya masih hidup, tetapi sistem penyemprotan airnya tidak berfungsi," tambah Suarbawa.
Dengan keterbatasan sarana yang ada, Satpol PP dan Damkar Klungkung berharap pengajuan armada baru dapat segera terealisasi demi meningkatkan layanan kedaruratan di kawasan kepulauan tersebut. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana