Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragis! Di Balik Pesan WA Kakek Asal Amerika Bunuh Diri di Kesiman Denpasar, Ternyata Ini Motifnya

I Gede Paramasutha • Selasa, 29 April 2025 | 01:35 WIB
JENAZAH: Petugas menangani jenazah WNA Amerika dan membawanya ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk proses lebih lanjut.
JENAZAH: Petugas menangani jenazah WNA Amerika dan membawanya ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk proses lebih lanjut.

BALIEXPRESS.ID – Seorang kakek warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat inisial CLS, 75, ditemukan tewas akibat ulah pati di sebuah rumah, kawasan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur pada Senin, 28 April 2025.

Tak sanggup lagi bertahan dengan penyakit kanker yang dideritanya, membuat kakek asal Amerika Serikat inisial CLS (75) memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Sebelum ulah pati, kakek tersebut sempat mengirimkan pesan terakhir kepada beberapa orang dekatnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, korban mengirim pesan melalui WhatsApp kepada saksi inisial DNS, 42, sekitar pukul 04.35 WITA. Saksi baru membacanya sekitar pukul 06.30 WITA.

Dalam pesan itu, dia meminta bantuan untuk memanggil aparat banjar dan polisi ke rumahnya. "Made, tolong panggil Komang ke rumah saya, panggil Kelian Banjar juga, nanti polisi. Harus pagi ini Made, saya sudah mati. Penting sekali!!!" demikian isi pesannya yang dikirim sekitar pukul 04.35 WITA.

Namun pesan itu baru dibaca sekitar dua jam kemudian oleh saksi DNS (42) dan Komang.

Saat keduanya mendatangi rumah CLS, mereka menemukan tulisan di pintu kamar korban yang berbunyi: "Komang - Ayuk Jangan Masuk Saya Sudah Mati, Panggil Made - Panggil Orang Kelihan Banjar, Saya Mau Meninggal."

Ketika pintu kamar dibuka bersama Kelian Banjar, CLS ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Ia tergantung di tralis kamar menggunakan sarung abu-abu bergaris oranye dan kemeja putih.

Hasil pemeriksaan petugas kepolisian, di sebelah korban ditemukan kertas yang ditempel di tembok berisi sejumlah tulisan.

Salah satunya menyangkut motifnya memilih jalan terakhir tersebut, karena tak bisa hidup dengan kondisinya itu. 

Dalam olah TKP yang dilakukan Tim Identifikasi Polresta Denpasar, ditemukan secarik kertas berisi curahan hati korban.

"Kanker saya tidak bisa sembuh – I Cannot on living like this Sory-Sory," tulisnya, mengungkap penderitaan yang menjadi dugaan kuat motif di balik keputusannya.

Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jenazah CLS kemudian dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut, sementara keluarga korban berkoordinasi dengan Konsulat Amerika Serikat terkait pemulangan atau pemakaman jenazah. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#Motif #wa #kesiman kertalangu #wna #denpasar #amerika #pesan #kakek #bunuh diri