Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Asap Putih Muncul Lagi di TPA Mandung! Desa-desa di Tabanan Dihantui Kabut Misterius, Ada Apa Gerangan?

IGA Kusuma Yoni • Rabu, 30 April 2025 | 02:08 WIB

Titik api baru kembali muncul di TPA Mandung memasuki musim kemarau.
Titik api baru kembali muncul di TPA Mandung memasuki musim kemarau.

BALIEXPRESS.ID - Baru saja memasuki musim kemarau, Kabupaten Tabanan, Bali dikejutkan dengan fenomena aneh yang menimbulkan pertanyaan besar.

Areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Kecamatan Kerambitan tiba-tiba menyemburkan asap putih tebal! Dampaknya?

Aktivitas warga di desa-desa sekitarnya seperti Samsam, Kukuh, Sembung, dan Baturiti menjadi terganggu.

Bahkan, kawasan perumahan yang tepat berada di bawah TPA pun tak luput dari kabut misterius ini.

Baca Juga: DJ Berlin Bintang Gebrak Bali! Kolaborasi Sensasional 'Mati Rasa' Bersama Dewi Bali Bikin Penasaran!

Kepala Desa Kukuh, I Nyoman Widhi Adnyana, membenarkan kondisi yang meresahkan ini.

"Mulai terlihat itu sebelum Galungan, dan sekarang semakin pekat, hal membuat aktivitas warga yang ada di sekitar TPA Mandung sedikit terganggu," ungkapnya dengan nada khawatir.

Posisi geografis Desa Kukuh yang lebih rendah dari TPA Mandung memperparah situasi.

Setiap pagi, desa ini diselimuti kabut asap misterius yang mengganggu pandangan dan aktivitas sehari-hari.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan kepulan asap putih ini?

Baca Juga: Wabup Alit Sucipta Buka Pasar Murah di Puspem Badung, Sambut Hari Raya Kuningan

Kepala UPTD TPA Mandung, I Wayan Atmaja, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya keras untuk mengatasi situasi ini.

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah upaya mendinginkan dengan menyiram air ke sumber titik api. Kami melakukan pendinginan setiap tiga kali sehari, yakni pagi siang dan malam," terangnya.

Atmaja mengakui bahwa kemunculan titik api memang menjadi "langganan" TPA Mandung di musim kemarau.

Tingginya kandungan gas metan di bawah Gunungan sampah menjadi pemicu utama munculnya api baru.

Bahkan, diakui Atmaja, jumlah titik api saat ini sudah meningkat dibandingkan musim hujan sebelumnya.

Dampak paling terasa dari fenomena asap misterius ini adalah bagi warga di sekitar TPA, terutama di kawasan perumahan.

"Dampaknya ke desa-desa di sekitar dan perumahan. Dan tergantung juga arah anginnya. Kalau dari jam 11 siang hingga 4 sore arah anginnya ke utara. Sedangkan kalau pagi ke selatan atau ke timur," jelas Atmaja.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan telah menginstruksikan agar pendinginan terus dilakukan setiap hari di TPA seluas 2,7 hektar ini.

Baca Juga: Pohon Beringin di Kawasan Goa Jepang Tumbang, Akses Jalan Gianyar–Klungkung Lumpuh

Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: Mampukah upaya ini menghentikan "teror" asap putih yang menghantui warga Tabanan?

Apa sebenarnya yang terjadi di dalamGunungan sampah TPA Mandung hingga menghasilkan kabut misterius ini? ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#tpa mandung #bali #gas metan #kabupaten tabanan #sampah