Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Unik! Lomba Janger SD di Bangli Gunakan Hiasan dari Sampah Daur Ulang

I Made Mertawan • Rabu, 30 April 2025 | 04:55 WIB

 

Siswa SD di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli pentas dalam Lomba Janger di Wantilan Desa Adat Bebalang, Bangli, Selasa (29/4/2025).
Siswa SD di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli pentas dalam Lomba Janger di Wantilan Desa Adat Bebalang, Bangli, Selasa (29/4/2025).

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali,  menggelar Lomba Janger tingkat sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Bangli pada 29–30 April 2025 di Wantilan Desa Adat Bebalang.

Lomba serangkaian HUT ke-821 Kota Bangli ini dikemas unik dan edukatif karena seluruh peserta diwajibkan menggunakan hiasan atau busana yang sebagian dibuat dari sampah daur ulang.

Camat Bangli Sang Made Dwipayana menjelaskan bahwa sampah yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar, baik organik maupun anorganik.

Sampah diolah menjadi karya seni untuk pentas Tari Janger. Penggunaan sampah bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.

Pemerintah ingin memberikan pemahaman bahwa barang bekas bisa menjadi sesuatu yang bernilai guna, seni, bahkan ekonomis.

“Sampah ini ada yang dipakai sebagai gelungan, badong, bahkan kamen,” ujar Dwipayana, mencontohkan ditemui di sela-sela lomba, Selasa (29/4/2025).

Seluruh hiasan dari sampah ini dibuat langsung oleh siswa dengan bimbingan guru.

Menariknya, mereka juga diwajibkan mendokumentasikan proses pembuatannya dalam bentuk video.

Video tersebut akan ditayangkan di videotron saat peringatan HUT Kota Bangli pada Mei mendatang.

Lomba Janger yang sudah dirancang sejak Oktober 2024 ini pun mendapat sambutan positif dari sekolah-sekolah.

Dari total 35 SD di Kecamatan Bangli, hanya tiga sekolah yang tidak ikut serta. Setiap peserta diberi durasi tampil 10–15 menit.

“Rata-rata tampil selama 15 menit, mereka manfaatkan waktu maksimal,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, para juara akan diundang tampil di Alun-Alun Bangli saat HUT Kota Bangli. Penghargaan diberikan mulai dari juara pertama hingga harapan tiga.

Bahkan, kemungkinan juara favorit memanfaatkan sampah juga akan mendapat kesempatan yang sama.

“Kalau juara satu sampai harapan tiga itu sudah masuk jadwal pentas. Juara favorit masih kami usahakan,” imbuhnya.

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar yang turut hadir dalam lomba tersebut mengapresiasi kegiatan yang memanfaatkan barang bekas menjadi karya seni.

Menurutnya, inisiatif dari pemerintah kecamatan merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap program Bali bersih.

Ia menilai, kemasan lomba semacam ini mampu memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya mendukung program pemerintah dalam upaya mengurangi sampah plastik.

“Lomba Janger ini juga kembali mengingatkan kita bagaimana melestarikan seni dan budaya yang telah diwariskan leluhur,” ujar Diar. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#hut kota bangli #janger #daur ulang #bangli #sampah