Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pamit Cium Tangan Jadi Kenangan Terakhir: Kisah Tragis Kakak Beradik yang Meninggal di Jalur Tengkorak Singaraja-Denpasar

I Putu Suyatra • Kamis, 1 Mei 2025 | 17:10 WIB

NGABEN: Proses ngaben kakak beradik yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Raya Singaraja-Denpasar. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
NGABEN: Proses ngaben kakak beradik yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Raya Singaraja-Denpasar. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

BALIEXPRESS.ID - Suasana pilu masih terasa kental di kediaman Komang Sudarsana dan Ni Komang Rediasa. Kehilangan mendalam menyelimuti keluarga ini setelah dua buah hati mereka, Gede Krisna Ari Putra (20) dan Komang Karna Angga Wijaya (9), menjadi korban kecelakaan maut yang terjadi di ruas Jalan Raya Singaraja–Denpasar, tepatnya di wilayah Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

Gede Krisna dan Komang Angga dikenal sebagai sosok kakak beradik yang begitu dekat dengan orang tua dan teman-teman sepermainan mereka.

Kepergian keduanya yang begitu tiba-tiba meninggalkan luka menganga di hati keluarga dan kerabat.

Baca Juga: Viral Video Pungli Oknum Polisi, Kapolres Sumedang Beri Klarifikasi dan Minta maaf

Gede Widiada, paman dari kedua mendiang, dengan suara bergetar menceritakan momen terakhir sebelum tragedi merenggut nyawa keponakannya.

Sebelum bertolak ke Denpasar, keduanya sempat berpamitan kepada sang ayah dan ibu.

Tujuan mereka adalah mengunjungi salah satu kakak mereka yang berada di ibu kota Bali.

"Komang Angga biasanya sulit diajak pergi jauh. Tapi hari itu, dia mau ikut. Dia sempat cium tangan ayah ibunya sebelum berangkat," ungkap Widiada dengan mata berkaca-kaca, Rabu (30/4/2025).

Takdir berkata lain. Kondisi jalan yang basah setelah diguyur hujan menambah risiko perjalanan.

Di tengah perjalanan menuju Denpasar, sepeda motor yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan tragis dengan sebuah bus rombongan studi tour yang datang dari Jawa Timur.

Baca Juga: DISEBUT GUBERNUR KONTEN: Dedi Mulyadi Klaim Hemat Puluhan Miliar Anggaran!

"Baru saja Gede Krisna diterima kerja di Denpasar. Kami benar-benar tidak menyangka," lirih Widiada, menggambarkan betapa pupusnya harapan keluarga.

Meski duka mendalam menyelimuti, pihak keluarga berusaha menerima musibah ini dengan lapang dada.

Widiada mengungkapkan bahwa pihak bus telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan permohonan maaf dan menunjukkan itikad baik atas kejadian nahas tersebut.

"Sudah dua hari lalu sopir bus datang. Kami menerima niat baik itu," imbuhnya.

Prosesi ngaben (kremasi) bagi Gede Krisna dan Komang Angga telah dilaksanakan pada Rabu pagi di Krematorium Santayana, Desa Baktiseraga.

Sejak pukul 07.00 Wita, sanak saudara, kerabat, dan warga desa berbondong-bondong datang untuk mengiringi kepergian kedua bocah malang ini ke peristirahatan terakhir.

Upacara dilanjutkan dengan meajar-ajar di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Banyuasri, serta ngelinggihang (menempatkan roh leluhur) di merajan (pura keluarga).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut yang merenggut nyawa kakak beradik ini terjadi di Jalan Raya Singaraja-Denpasar pada Sabtu (26/4/2025). Saat itu, keduanya mengendarai sepeda motor dari arah Singaraja menuju Denpasar.

Baca Juga: Viral! Oknum Polisi di Sumedang Terekam Lakukan Pungli Saat Razia, Berujung Dipatsus

Nahas, saat hendak menyalip sebuah mobil di lokasi kejadian, sepeda motor mereka tergelincir dan seketika tertabrak bus yang melaju dari arah berlawanan.

Akibatnya, Komang Angga Karna Wijaya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sang kakak, Gede Krisna Ari Putra, menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng.

Tragedi ini sekali lagi menambah daftar panjang kecelakaan di jalur tengkorak Singaraja-Denpasar, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian di jalan raya. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kecelakaan maut #Kabupaten Buleleng