BALIEXPRESS.ID- Untuk memberikan pendidikan teknologi informasi (IT) yang inklusif bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun sarana prasarana, PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) menjalin kerjasama dengan Timedoor Academy.
Kegiatan Pelatihan IT Education untuk Anak Yatim Piatu ini dilakukan di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem yang menyasar anak usia 7-15 tahun.
Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan literasi teknologi informasi yang inklusif bagi generasi penerus Indonesia.
Berbekal familiaritas dengan game di smartphone, para peserta dengan cepat memahami dan memberi perintah pada karakter yang diciptakan.
Meski awalnya menghadapi tantangan akibat keterbatasan literasi digital, namun semangat mereka tidak surut.
Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan literasi teknologi informasi yang inklusif bagi generasi penerus Indonesia.
”Untuk itu, kami sangat menyadari pentingnya pengembangan sistem dan teknologi sebagai salah satu penopang kehidupan manusia di masa depan," ungkapnya.
Sementara itu, CEO Timedor Academy, Yutaka Tokunaga, juga menyatakan jika pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pengenalan teknologi kepada generasi muda.
”Saya sangat terkesan dengan semangat yang ditunjukkan anak-anak saat mengikuti workshop pengenalan coding di Desa Seraya. Anak-anak menunjukkan antusiasme luar biasa saat menghadapi berbagai tantangan coding yang diberikan oleh mentor mereka,"ujarnya.
Dengan motivasi tinggi, anak-anak tersebut bertekad untuk belajar secara intensif selama 12 bulan ke depan dan diharapkan peserta dapat menciptakan game sendiri.
Hal ini diakuinya karena pada peserta, memiliki potensi untuk bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta.
“Melalui program ini, kami ingin mengubah pengguna teknologi menjadi pencipta dan membantu mereka membangun masa depan yang cerah melalui teknologi informasi,” tambahnya.
Untuk kedepannya, kerjasama ini diharapkan menjadi model kolaboratif yang berkelanjutan antara dunia usaha dan lembaga pendidikan demi memperluas akses literasi teknologi informasi di seluruh penjuru Indonesia.
Editor : IGA Kusuma Yoni