Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Geram! Warga Buleleng Sindir Jalan Rusak Parah dengan Aksi Tanam Pisang, Viral dan Komentar Netizen Bikin Ngakak Sekaligus Miris!

I Putu Suyatra • Jumat, 2 Mei 2025 | 02:11 WIB

KRITIK KERUSAKAN JALAN: Konten yang mengkritik kondisi kerusakan jalan di Jalan Raya Singaraja-Kintamani, tepatnya di Desa Tamblang, Buleleng. (Facebook Bagus Genjing)
KRITIK KERUSAKAN JALAN: Konten yang mengkritik kondisi kerusakan jalan di Jalan Raya Singaraja-Kintamani, tepatnya di Desa Tamblang, Buleleng. (Facebook Bagus Genjing)

BALIEXPRESS.ID - Aksi protes warga Kabupaten Buleleng, Blai, terhadap kondisi jalan raya Singaraja-Kintamani yang rusak parah menjadi viral di media sosial!

Alih-alih berdemo dengan orasi, warga memilih cara yang lebih kreatif dan menggelitik: berpura-pura menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang menganga!

Kekesalan warga ini mencapai puncaknya lantaran ruas jalan vital tersebut tak kunjung diperbaiki meski sudah bertahun-tahun dalam kondisi memprihatinkan.

Aksi sindiran cerdas ini diabadikan dalam sebuah video yang diunggah oleh pemilik akun Facebook Bagus Genjing pada Rabu (30/4/2025) sore.

Baca Juga: WASPADA! Bukan Hanya Anda, KARMA BURUK Ternyata Bisa 'Menular' ke Anak Cucu! Ini Penjelasan Mengejutkan Pakar!

Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat dua orang warga dengan santai berlagak hendak menanam bibit pohon pisang tepat di lubang besar jalan.

Namun, aksi mereka terhenti ketika seorang pria yang melintas dengan mobil menegur mereka dengan nada heran.

"Woi ngengken ne? Nak engken-engkenan ne? Sing kene carane. Kan keweh dadine anake ngeliwat," ujar pengemudi mobil dalam bahasa Bali, yang berarti, "Woi ada apa ini? Sedang apa ini? Bukan begini caranya. Kan sulit orang mau lewat."

Salah satu pria yang hendak "menanam" pohon pisang itu pun menjawab dengan nada satir, "Men kene rurunge pak. Tingalin to (Begini kondisi jalannya. Lihat itu)."

Video kemudian menyorot kondisi jalan yang memang rusak parah dan berlubang cukup dalam, jelas membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Baca Juga: Misteri Akta Lahir Anak Lisa Mariana Terungkap di TV: Awalnya Atas Nama Ajudannya Inisial R

Hingga Kamis (1/5/2025) siang, video sindiran kreatif ini telah ditonton lebih dari 168 ribu kali dan menuai beragam reaksi dari warganet.

Sebanyak 355 komentar membanjiri unggahan tersebut, dan video ini juga telah dibagikan lebih dari 306 kali, menunjukkan betapa viralnya aksi protes unik ini.

Kondisi jalan yang menjadi sorotan memang sangat memprihatinkan. Ruas Jalan Raya Singaraja-Kintamani, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Klampuak, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, menjadi saksi bisu kerusakan parah yang dialami warga.

Anehnya, di sepanjang Jalan Raya Tamblang, hanya ruas jalan mulai dari perbatasan Banjar Dinas Tangkid Desa Tamblang hingga perbatasan Desa Tajun yang mengalami kerusakan paling parah.

Sementara itu, jalan dari arah Banjar Dinas Tangkid ke utara dan dari arah Tajun ke selatan justru sudah mulus karena telah diaspal beberapa tahun lalu.

Konten viral ini tentu saja memicu berbagai komentar dari warganet, khususnya di Facebook.

Banyak yang mendukung aksi sindiran "menanam pisang" tersebut sebagai bentuk protes yang kreatif dan efektif.

"Sudah benar ditanami pohon jalan-jalan dengan lubang besar agar sepeda tak terperosok," tulis akun Dwitra J. Ariana.

Baca Juga: Prabowo Setuju Marsinah Jadi Pahlawan Nasional? Siapa Sebenarnya Buruh Wanita yang Namanya Menggema di Hari Buruh Ini?

"Pang keto pak, pang sing kiap memotoran (Biarkan begitu pak, biar tidak mengantuk saat berkendara)," timpal akun Made Mahardika.

"Luung be jangin biu, yen peteng lewat pang tingalin jalane usak (bagus ditanami pisang, kalau malam lewat biar terlihat jalannya rusak)," dukung akun Kevin Pradita.

Sebagian besar komentar lainnya mengkritik keras lambannya tindakan pemerintah dalam memperbaiki jalan yang sudah lama rusak tersebut. Sindiran pedas dan ungkapan kekecewaan membanjiri kolom komentar.

"Viral malu mare pemerintah ade tindakan (viral dulu baru pemerintah ada tindakan)," tulis akun Wijaya Dangin, menyuarakan sentimen banyak warganet.

Ungkapan "no viral no action" juga muncul dari akun Wiradana Made, "Antiange malu pang kanti viral mare ye benaine (tunggu dulu sampai viral, baru diperbaiki)."

Baca Juga: Polemik Literasi di Buleleng, Dewan Pendidikan Gandeng Akademisi Gelar FGD Cari Solusi

Bahkan ada yang mengkritik dengan gaya satir yang khas Bali, "Bali mule seni pak, kayang rurung meukir (Bali memang seni pak, sampai jalan diukir)," tulis akun Gusti Ngurah Dwiantara.

"Sing kayu gen amah tetani, kayang aspal amah tetani (bukan hanya kayu dimakan rayap, sampai aspal juga dimakan rayap)," sindir akun Dek Sar.

Akun Komank Balinese bahkan mengkritik ketidakseimbangan tindakan pemerintah, yang cepat dalam memungut pajak namun lamban dalam menangani infrastruktur.

"Asal be mayah pajeg sepanan gati, lewat satu hari be kene denda. Asal be kene matane tekep ne pura-pura sing tepuke. Lewat jalur tamblang neked jumah ngalih tukang urut , telah sakit awake," tulisnya, yang berarti, "Kalau sudah bayar pajak gerak cepat, terlambat sehari sudah kena denda. Kalau sudah begini, matanya ditutup pura-pura tidak lihat. Lewat jalur Tamblang, sampai rumah cari tukang urut, badan sakit semua."

Tak ketinggalan, ada pula warganet yang langsung meminta perhatian Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk segera mengalokasikan dana perbaikan jalan tersebut.

"Bapak Wayan Koster tolong di perhatikan Singaraja -Kintamani sudah bertahun-tahun jalan provinsi ini tidak pernah diperbaiki," tulis akun Nyoman Arsana. ***

Baca Juga: Bukan Sekadar Ibu Bupati! Intip Pesona Bunda Rai Tabanan: Ngayah Memukau, Bukti Cinta Budaya yang Menginspirasi!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#tanam pisang #bali #wayan koster #Kabupaten Buleleng #Jalan Rusak #video #viral #media sosial