Tragedi Jembatan Bali Cliff: Dua Perantau NTT Tewas Mengenaskan Usai Pesta Miras?
I Putu Suyatra• Minggu, 4 Mei 2025 | 14:59 WIB
EVAKUASI: Tim gabungan mengevakuasi jenazah Marselinus Mabor, 38, dan Martinus Dangga Dora, 30, dan motor dari dasar jurang, Bali Cliff Kuta Selatan, Badung, Bali Jumat (2/5/2025) (istimewa/radarbali.
BALIEXPRESS.ID - Sebuah kabar duka menyelimuti perbatasan Desa Kutuh dan Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dua perantau asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marselinus Mabor (38) dan Martinus Dangga Dora (30), ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang Jembatan Bali Cliff sedalam 30 meter.
Kecelakaan tragis yang terjadi pada Jumat (2/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA ini menyisakan duka mendalam dan tanda tanya besar.
Keterangan saksi mata dan pihak kepolisian mengarah pada dugaan kuat bahwa kecelakaan tunggal ini dipicu oleh kondisi mabuk kedua korban usai menghadiri pesta minuman keras.
"Ya, akibat mengendarai sepeda motor dalam kondisi mabuk usai pesta minuman keras," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukafi.
Menurut penuturan saksi, kedua pria ini sebelumnya diketahui tengah menikmati minuman beralkohol di kediaman seorang teman.
Nahas, saat berkendara pulang dengan sepeda motor Honda Beat hitam DK 5713 UAS, keduanya diduga kehilangan kendali hingga terjun bebas dari atas Jembatan Bali Cliff yang terkenal dengan pemandangannya yang indah namun juga berbahaya.
Saksi mata bernama Kornelis Ngongo yang melintas di jembatan mengaku mendengar suara benturan keras yang memecah kesunyian malam.
Merasa curiga, ia kembali ke lokasi dan hanya menemukan sebuah ponsel tergeletak di atas jembatan.
Firasat buruk mendorong Kornelis untuk menghubungi rekannya, Yulianus Malo.
Bersama-sama, mereka melakukan pencarian di sekitar jembatan hingga akhirnya menemukan tubuh kedua korban di dasar jurang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan sekitar pukul 06.30 WITA.
Proses evakuasi dramatis dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Kuta Selatan dan Basarnas sekitar pukul 08.30 WITA.
Jenazah kedua perantau malang tersebut kemudian dilarikan ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans sosial.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak kepolisian tidak menemukan adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam kecelakaan ini.
Dugaan kuat mengarah pada hilangnya kendali akibat pengaruh alkohol.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan bahaya mengemudi dalam kondisi mabuk.
Kehilangan nyawa dua perantau muda di Bali Cliff yang indah ini tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat di Sumba Barat Daya.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar untuk penyelidikan lebih lanjut, guna memastikan semua fakta terungkap dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. ***