Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pecalang Bali Tolak Kehadiran Ormas GRIB: Kami Sudah Punya Sistem Keamanan Sendiri

Putu Ayu Aprilia Aryani • Senin, 5 Mei 2025 | 16:19 WIB

Manggala Madya Pasikian Pacalang Klungkung Yudhi Pasek Kusuma menolak Ormas GRIB di Bali
Manggala Madya Pasikian Pacalang Klungkung Yudhi Pasek Kusuma menolak Ormas GRIB di Bali

BALIEXPRESS.ID-Media sosial tengah diramaikan dengan beredarnya foto dan video yang menampilkan keberadaan organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di Bali.

Kehadiran ormas tersebut menuai berbagai reaksi dari masyarakat, khususnya di media sosial.

Baca Juga: GEGER! Keributan Sesama Pendatang di Lapangan Renon, Warganet; Ini Alasan Takut ke Renon

Banyak yang mempertanyakan tujuan dan keberadaan GRIB di tengah sistem keamanan adat Bali yang sudah mapan.

Penolakan secara terbuka disampaikan oleh Manggala Madya Pasikian Pacalang Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung, Yudhi Pasek Kusuma, melalui akun Instagram miliknya @yudhi_pasek_kusuma pada Jumat, 2 Mei 2025.

“BALI TIDAK BUTUH ORMAS, BALI SUDAH PUNYA PECALANG.” Tulisnya pada postingan tersebut, dikutip Senin 5 Mei 2025.

Dalam video yang telah ditonton lebih dari 23 ribu kali per Senin, 5 Mei 2025, Yudhi menyampaikan bahwa Bali tidak membutuhkan kehadiran ormas dari luar.

“Kami bukan penjaga biasa, kami adalah bagian dari sistem adat yang sudah diwariskan turun-temurun untuk menjaga Bali,” ujarnya tegas.

Baca Juga: Dipimpin Gus Miftah, Acara Prambanan Bersholawat Picu Pro-Kontra, Begini Klarifikasi Penyelenggara

Yudhi menekankan bahwa sistem keamanan Bali telah terbentuk secara alami lewat adat istiadat dan dijalankan oleh pecalang di setiap desa adat.

“Kami tidak membutuhkan ormas dari luar. Kami tidak butuh pihak asing yang datang membawa agenda dan merusak tatanan hidup masyarakat di Bali. Kami sudah punya sistem sendiri, dan sistem itu terbukti berjalan, kuat, dan dihormati rakyat,” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di seluruh Bali terdapat sekitar 1.500 desa adat, yang masing-masing memiliki pecalang sebagai garda terdepan penjaga keamanan adat.

“Kami tahu siapa yang kami jaga dan apa yang kami lindungi. Kami tidak digerakkan oleh politik, kami digerakkan oleh rasa tanggung jawab kepada adat dan tanah kelahiran kami. Bali tidak butuh pengaruh luar untuk aman, Bali cukup dengan rakyatnya sendiri, dan selama pecalang masih berdiri, Bali tetap terjaga,” tutupnya.

Pernyataan tegas dari Yudhi pun mendapat sambutan hangat dari netizen yang mendukung penolakan terhadap ormas luar.

Baca Juga: Pasek Suardika Dukung Gubernur Koster Tolak Ormas GRIB di Bali; Kita Tunggu Langkah Nyata

“Menyala Pak Yudhi,” tulis akun @gungdearis06.

“Pecalang dari rakyat ke rakyat,” komentar akun @kadek_dwik_nee.

“Paling melah jani ngayah dadi pecalang,” tulis akun @gdebhaskara.

“Kan bubarkan ormas luar,” seru akun @ajin_debilly.

“Bubarkan ormas luar pak, suruh balik ke kampungnya sendiri kalau buat ormas di Bali,” tulis akun @wika_kd.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #pecalang #GRIB #tolak #ormas