Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pergeseran Tren Wisatawan Mancanegara, Kawasan Nyanyi Tabanan Dilirik sebagai Hidden Gem

Rika Riyanti • Senin, 5 Mei 2025 | 16:41 WIB

TREN: Tren investasi properti yang mulai bergeser
TREN: Tren investasi properti yang mulai bergeser

 

 

BALIEXPRESS.ID - Bali telah menjadi ‘hotspot investasi’ properti pascapandemi Covid-19 karena pasar properti di pulau ini mampu bangkit melampaui ekspektasi.

Pembangunan properti di Bali saat ini terlihat masif dan menarik minat investor lokal maupun mancanegara.

Sektor pariwisata diyakini dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal, seperti kebijakan tarif timbal balik, karena pariwisata adalah bisnis jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang.

Baca Juga: Merespon SE Gubernur Bali, Pelaku Usaha Air Minum Kemasan Lokal Bali Minta Pemda Maksimalkan Program Penanganan Sampah Terlebih Dahulu

Investasi properti di Bali sangat menjanjikan, terutama di lokasi strategis seperti Canggu dan Seminyak, dengan rental yield mencapai 15% hingga 25% per tahun, jauh di atas rata-rata dunia yang hanya 5%.

Tingkat keterisian hotel dan vila di Bali juga tinggi, yaitu antara 70% hingga 80%, membuat investasi properti di Bali sangat menguntungkan.

Pemerintah mendorong pariwisata berkualitas untuk menarik wisatawan berbelanja tinggi, sehingga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi premium.

Baca Juga: Pecalang Bali Tolak Kehadiran Ormas GRIB: Kami Sudah Punya Sistem Keamanan Sendiri

Hal ini turut meningkatkan harga properti di kawasan populer.

Bali juga masuk dalam 10 destinasi favorit orang kaya untuk rumah kedua, didukung pertumbuhan ekonomi 7,5% dan tingkat hunian 75%.

Sementara tren yang berkembang adalah pergeseran minat wisatawan ke daerah-daerah baru di Bali bagian barat, seperti Seseh, Kedungu, Cemagi, Nyanyi, dan Pererenan.

Lokasi-lokasi ini membuka peluang baru untuk pengembangan real estat.

Sementara tempat-tempat populer seperti Sanur, Seminyak, dan Ubud tetap diminati, generasi muda semakin tertarik ke daerah-daerah yang menawarkan hubungan yang lebih akrab dengan alam dan lingkungan yang lebih hijau.

“Salah satu prinsip paling utama dalam investasi properti adalah lokasi. Agar sebuah proyek properti sukses, yang perlu jadi pertanyaan: apakah lokasi tersebut populer atau tidak? Apakah lokasi tersebut masih menjanjikan pertumbuhan harga dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, atau akan masuk fase jenuh?” ungkap General Manager NPG Indonesia, Evgeny Obolentsev, Senin (5/5).

Menurutnya, properti adalah investasi jangka panjang, sehingga lokasi-lokasi yang memiliki potensi untuk bertumbuh menjadi pilihan yang lebih logis, di luar potensi sewa setiap tahunnya.

Baca Juga: Dipimpin Gus Miftah, Acara Prambanan Bersholawat Picu Pro-Kontra, Begini Klarifikasi Penyelenggara

"Kawasan Nyanyi di Kabupaten Tabanan adalah salah satu contohnya, yang telah menjadi hidden-gem bagi mereka yang mencari kehidupan yang lebih dekat dengan alam. Tren saat ini adalah ke arah alam, keasrian lingkungan, dan suasana damai dengan semua infrastruktur yang dibutuhkan di dekatnya," jelas Evgeny.

Pihaknya mengatakan, Pantai Nyanyi dikenal sebagai pantai dengan pasir hitam yang eksotis, ombak besar yang cocok bagi para penggemar olah raga selancar, serta memiliki panorama matahari terbenam yang indah.

Lokasi pengembangan baru ini pun menawarkan pemandangan alam yang masih perawan dan asri.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! Kecelakaan  Maut di Jalan Denpasar-Gilimanuk! Hindari Angkot Misterius, Ibu Paruh Baya Tewas Terlindas Truk!

Secara bisnis, tambah dia, Kabupaten Tabanan bisa dikata sebagai salah satu kawasan yang paling prospektif untuk investasi di Bali.

Pada tahun 2021 Kabupaten Tabanan menempati posisi kelima setelah Badung, Denpasar, Gianyar, dan Jimbaran, dengan indeks permintaan properti mencapai 3,28 persen.

Wilayah ini juga termasuk dalam pengembangan untuk kawasan metropolitan Bali: Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan).

Baca Juga: Muncul Ormas Baru di Bali, Setelah GRIB Kini NTT Bersatu Bali Gegerkan Media Sosial

“Bahkan, dilihat dari posisi indeks permintaan properti, Tabanan berada di atas Nusa Dua, Seminyak dan Ubud,” ungkap Evgeny.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mencatat realisasi investasi mencapai Rp 12,48 triliun pada triwulan satu 2024.

Jumlah itu salah satunya terdiri atas investasi asing yang mencapai Rp 7,49 triliun.

Lima sektor realisasi investasi yang paling banyak meliputi hotel dan restoran, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, jasa lainnya, listrik, gas dan air hingga perdagangan dan reparasi.

Lebih lanjut, dia menyoroti Nuanu Creative City sebagai landmark utama di kawasan Nyanyi, Kabupaten Tabanan.

Dengan luas 44 hektar, Nuanu merupakan pusat visioner di Bali yang mewujudkan komitmen untuk hidup harmonis.

Baca Juga: Tuai Respon Positif, Pameran Kecantikan Pertama di Bali Dihadiri Ribuan Pengunjung dalam 3 Hari

Nuanu membina komunitas kreator, pemimpin, dan penggerak perubahan yang dinamis, menawarkan ruang yang dirancang dengan cermat untuk pendidikan, seni dan budaya, kesehatan, hiburan, serta kehidupan yang terinspirasi alam.

Bersama-sama, elemen-elemen yang saling terkoneksi ini membentuk ekosistem yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan hubungan yang bermakna.

“Seiring dengan terus berkembangnya Nuanu Creative City, kami memperkenalkan Ecoverse, sebuah proyek hunian premium yang terletak di gerbang menuju pengembangan proyek visioner ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Diduga Akibat Api Dupa, Rumah di Desa Manistutu Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Ecoverse merupakan kompleks hunian yang menawarkan kenyamanan, melalui konstruksi bangunan berkualitas tinggi dan keselarasan dengan alam sekitar.

Menampilkan 35 unit apartemen dan 16 unit townhouse setinggi 2 dan 3 lantai, hunian di Ecoverse ditawarkan dengan status leasehold selama 28 tahun dengan opsi perpanjangan hingga 30 tahun.

Lebih lanjut, Evgeny menjelaskan, ecoverse dilengkapi beragam fasilitas, seperti kolam renang olympic sepanjang 25 meter, gym, dan restoran.

Baca Juga: Puluhan Tahun Komitmen untuk Olahraga Panjat Tebing Indonesia EIGER Dukung Penuh IFSC World Cup Bali 2025

Area hunian seluas 5.250 meter persegi ini sudah terjual 75% dan menjadi satu-satunya proyek di sekitar Nuanu Creative City memiliki fasilitas parkir bawah tanah.

Untuk menunjang mobilitas para penghuni, sekaligus mendukung prinsip-prinsip keberlanjutan, Ecoverse menyediakan kendaraan buggy listrik.(***)

Editor : Rika Riyanti
#pantai nyanyi #properti #bali #investasi #Nuanu City