Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Persiapan PKB XLVII Sudah 90 Persen, Libatkan Lebih Dari 19.000 Seniman dan Suguhkan Banyak Garapan Baru

Rika Riyanti • Senin, 5 Mei 2025 | 19:10 WIB

FESTIVAL: Festival budaya tahunan Pesta Kesenian Bali
FESTIVAL: Festival budaya tahunan Pesta Kesenian Bali

 

 

BALIEXPRESS.ID - Persiapan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025 telah mencapai tahap akhir.

Mengusung tema "Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya – Harmoni Semesta Raya", ajang seni tahunan ini akan menampilkan perpaduan garapan baru dan pelestarian seni klasik Bali dengan melibatkan puluhan ribu seniman dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, M.Si., mengatakan bahwa persiapan PKB tahun ini sudah hampir rampung.

Baca Juga: WNA Kehilangan Tas di Warung Makan Denpasar, Barang Curian Ditemukam di Taman Pancing, Pelaku Diburu

“Persiapan PKB sudah 90 persen,” ujarnya saat dihubungi, Senin (5/5).

Ia menjelaskan bahwa lebih dari 19.000 seniman akan turut ambil bagian dalam perhelatan seni budaya tersebut.

“Iya, sekitar 19.000 lebih seniman yang terlibat,” katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Asal Cirebon Jadi Korban Pencurian di Barbershop Denpasar, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Proses kurasi terhadap para seniman dilakukan secara berjenjang, baik oleh tim di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Ada yang di Pemprov Bali kan ada tim kurator, ada tiga orang. Di Kabupaten/Kota itu juga dari teman-teman Kabupaten/Kota yang kurasi di kebudayaannya kan ada tim juga di situ. Masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Arya menerangkan bahwa PKB tahun ini akan menampilkan banyak karya garapan baru, terutama pada jenis kesenian seperti Gong Kebyar dan Baleganjur.

Baca Juga: Warga Keluhkan Asap Tebal Akibat Pembakaran Sampah Material di Mahendradatta

“Sebagian besar garapan baru. Itu di Gong Kebyar itu kan ada pragmentari itu misalnya semuanya digarap baru. Ada juga tabuh kreasi baru digarap baru. Semuanya kesenian baru. Cuman Gong Kebyar, Baleganjur, semua garapan baru,” paparnya.

Namun demikian, sejumlah seni klasik tetap akan dipentaskan sebagai bagian dari upaya pelestarian.

“Tapi ada juga yang tidak baru misalnya legong keraton, gambuh, kemudian ada joget pingitan, ya itu memang kita pelestarian kan yang sudah ada juga beberapa hasil-hasil rekonstruksi kayak rekonstruksi drama Banyuning yang di Buleleng itu. Kita mau rekonstruksi yang sudah ada dulu, ditampilkan sekarang,” katanya.

Baca Juga: Ungasan Gempar! Pencuri Bobol Warung pada Subuh, Gasak Dagangan dan Uang

Menurut Prof. Arya, PKB 2025 akan menampilkan pertunjukan yang berimbang antara garapan baru dan pementasan seni tradisi yang telah ada.

“Banyak garapan barunya, banyak berimbang dengan yang pementasan yang sudah ada. Kita juga orientasinya kan yang sembilan sendratari Bali itu kan kecuali Sang Hyang dan yang sakral-sakral kan semua kita pentaskan. Joget bumbung juga kita pentaskan. Ada Gambuh, ada Topeng juga ada,” jelasnya.

Terkait kemungkinan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tengah hangat belakangan ini dalam pertunjukan, Prof. Arya menyebut hal itu masih dalam proses eksplorasi.

Baca Juga: Pelepasan Hak atas Tanah oleh I Wayan Rudana di Desa Pesinggahan sebagai Wujud Tertib Administrasi Pertanahan

“Kita belum (ada atau tidak) lihat nanti, coba lihat aja nanti kan. Kan ada pergelaran nanti juga ketika di pembukaan kan ada sendratari dari ISI, enggak tahu saya apa akan pakai inovasi nanti kan. Ada juga dari perguruan tinggi dari Undiknas, juga banyak gitu,” ucapnya.

Ia menambahkan, kemungkinan pemanfaatan teknologi seperti AI dalam PKB ke depan tidak tertutup, namun masih dalam kajian.

“Belum, belum kita cek, kan kita memang biar freshlah. Nanti biar sekalian aja kita lihat nanti. Paling tidak kan sudah jadi bahan pemikiran juga bahwa inovasi itu kan bisa juga menggunakan teknologi. Tidak menutup mungkin juga akan ada, cuma saya belum lihat semua itu,” pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#pesta kesenian bali #gong kebyar #Bajra Sandhi #Jagat Kerthi Lokahita Samudaya