Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soroti Dampak Pemadaman Listrik Massal, Ajus Linggih: Bali Perlu Kemandirian Energi

Putu Ayu Aprilia Aryani • Selasa, 6 Mei 2025 | 15:39 WIB

Pemadaman Massal di Bali Picu Seruan Kemandirian Energi
Pemadaman Massal di Bali Picu Seruan Kemandirian Energi

BALIEXPRESS.ID-Pasca terjadinya gangguan kelistrikan yang menyebabkan pemadaman total di seluruh Bali pada Jumat (2/5/2025), kini PLN Distribusi Bali kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik.

Langkah pemeliharaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan di wilayah Bali.

Baca Juga: GRIB Bali Tuai Penolakan, Ketua DPD GRIB JAYA Bali Beri Klarifikasi; Siap Bekerjasama Bangun Bali

Pada Senin, 5 Mei 2025, pemadaman kembali terjadi di sejumlah wilayah seperti Sunset Road 808, Jalan Gunung Payung, Jalan Ir Sutami Kemenuh, Jalan Raya Mas Ubud, Nirmala Supermarket, Gajah Taro, Jalan Raya Singakerta, Tenganan, Nyuh Tebel, Pesedahan, serta Jalan Sental Kangin di Nusa Penida.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih atau disapa Ajus Linggih pada Senin, 5 Mei 2025 memberikan pernyataan melalui akun Instagram pribadinya @ajuslinggih.

“Bali BlackOut, kemarin Bali gelap hampir 12 jam. Ini bukan cuma mati lampu, tapi wake-up call buat kita semua. Bali harus mulai berpikir soal kemandirian energi.” Ucapnya pada unggahan video singkat dikutip Selasa, 6 Mei 2025.

Ajus Linggih juga menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kemandirian energi di Bali.

Baca Juga: Perseden Denpasar Lolos ke 16 Besar Liga 4 Indonesia, Giri Prasta Beri Bonus Rp 50 Juta

“Ya kita baru aja beberapa hari lalu ada pemadaman satu Bali, ini sebenernya wake up call buat kita agar kita mandiri secara energi. Saya harap PLN bisa mewujudkan hal ini karena dampaknya bener2 nyata.” Tambahnya.

Ia menguraikan beberapa dampak nyata dari pemadaman tersebut terhadap masyarakat.

“Kenapa? Pertama aktivitas ekonomi terganggu, yang ke 2 masyarakat menengah bawah ini justru paling terkena dampaknya, karena baru aja beli dari supermarket, baru beli dari toko, kulkas mati 12 jam otomatis belanjaan selama 1 bulan bisa habis.’

Ajus Linggih juga menyoroti dampak pemadaman terhadap keluarga yang memiliki bayi.

“Ketiga yang punya bayi, butuh yang namanya penghangat minuman, penghangat susu dan sebagainya, ini mati selama 12 jam. Otomatis banyak susu basi dan ini dampak ekonominya sangat tinggi.”

Dalam pernyataannya, ia juga mengapresasi peran PLN terhadap gangguan kelistrikan di wilayah Bali.

“Saya tentu menghargai respon cepat dari PLN Bali. Tapi saya berharap Bali tidak dijadikan sebagai sumber pendapatan PLN untuk mensubsidi daerah lainnya, Bali butuh energi mandiri.”

Lebih lanjut, Ajus Linggih menambahkan refleksi kritisnya pada bagian caption unggahan Instagram.

Baca Juga: Hadiri HUT ke-21 Baladika Bali, Begini Pesan Wagub Giri Prasta Untuk Jaga Keamanan Bali

“Aku apresiasi langkah cepat PLN, tapi ini harus jadi momen refleksi: kalau Bali backbone-nya pariwisata, kenapa listrik masih bisa segampang itu padam?”. Tulisnya.

Ia juga menekankan dampak luas pemadaman listrik di Bali terhadap sektor ekonomi lokal.

“UMKM rugi. Tempat wisata kelabakan. Aktivitas lumpuh. Produk rusak. Ekonomi kita kejut seketika. Kita nggak bisa terus kayak gini.”

Ajus Linggih menyebut bahwa pemadaman belum sepenuhnya berakhir dan masih menimbulkan potensi kerugian.

Pernyataan Ajus Linggih tersebut mendapat respons dan dukungan dari warganet.

“mohon push untuk mandiri semoga ada realisasi dr pak pihak pln.” Tulis akun @henz_hs

“Kulkas tiang masih kredit wi.. Kalo trs listrik di padamkan secara bertahap, dan kulkas tiang sampai rusak, akan tiang tuntut PLN nya.” Tulis akun @niputusriagustini

“Mana gk dikasi jdwal pemadaman yg pasti..beredar di grup Wa gk ngerti..’ Tulis akun @desyantari_ds

“umkm kesulitan tum, dan orang yg punya anak kecil ASI di kulkas bnyak yg rusak” Tulis akun @dr.gungdekresna.

Baca Juga: RS Giri Asih dan RS Suwiti di Badung Belum Beroperasi, Ternyata Ini Penyebabnya!

“setuju bali harus mandiri energi, ketergantungan akan selalu jadi bom waktu” Tulis akun @gusdepraba

Sumber kutipan dari akun @ajuslinggih menekankan bahwa pemadaman listrik di Bali bukan sekadar insiden teknis, melainkan peringatan serius agar Bali segera membangun kemandirian energi demi keberlangsungan ekonomi dan kenyamanan masyarakat.

Editor : Wiwin Meliana
#listrik #pemadaman #Ajus Linggih #kemandirian energi