BALIEXPRESS.ID-Media sosial tengah diramaikan oleh beredarnya foto dan video aktivitas organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di wilayah Bali.
Kemunculan GRIB di Pulau Dewata sontak memicu reaksi penolakan publik.
Baca Juga: PETAKA! Tengah Malam Berenang di Pantai Batu Belig, WNA Yordania Hilang Terseret Arus
Warganet mempertanyakan urgensi keberadaan ormas tersebut, mengingat Bali selama ini telah memiliki sistem keamanan berbasis adat yang kuat dan terstruktur.
GRIB dinilai tidak relevan dan bahkan dikhawatirkan mengganggu stabilitas sosial yang selama ini dijaga ketat oleh masyarakat lokal.
Isu ini tidak hanya menjadi perbincangan warganet, tetapi juga menarik perhatian sejumlah tokoh publik.
Salah satunya adalah Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang secara tegas menyatakan penolakannya terhadap keberadaan GRIB di Bali.
Pernyataan Giri Prasta terekam dalam sebuah video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @bimanata9.
Baca Juga: Dorong Perputaran Ekonomi Grassroot, BRI Salurkan Kredit di Segmen Mikro Sebesar Rp632,22 Triliun
Dalam video tersebut, Giri menekankan bahwa Bali tidak membutuhkan bantuan pengamanan dari ormas luar.
“Kami tidak butuh pengamanan dari luar, kami sudah percaya sepenuhnya dengan TNI/Polri dan sudah dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat Bali, utamanya dari pecalang yang kita hormati dan kita cintai bersama,” tegas Giri Prasta, dikutip pada Selasa, 6 Mei 2025.
Pernyataan Giri Prasta ini mendapat sambutan luas dari masyarakat.
Video yang diunggah pada Senin, 5 Mei 2025 itu telah disukai lebih dari 8 ribu akun dan dibanjiri komentar dari warganet yang menyuarakan dukungan penuh.
“Gasssss terus pakman pokokne tolak GRIB,” tulis akun @dwyudis9.
“Denger tuhh 'Bali tidak butuh ormas' kami percaya TNI Polri dan pecalang di Bali.” Tulis akun @suyadnyaaa.
“Niki wawu menyala haruuss kuat pk kami semea ad diblakang bpk” Tulis akun @sudiarta728
Banyak dari mereka menyampaikan harapan agar Bali tetap terjaga tradisi dan budayanya tanpa intervensi dari ormas luar.
“Mantab, semoga Bali tetap terjaga tradisi dan budayanya,” tulis akun @bimacatur0202.
“Panutan tiang Niki pak Giri. Rahayu pak, pokoknya tolak ormas luar yang mau masuk ke Bali,” komentar akun @adiisuryaa03.
Sumber kutipan dari akun @bimanata9 memperlihatkan bagaimana masyarakat lokal sangat menjunjung tinggi otonomi adat serta peran penting pecalang dalam menjaga keamanan.
Pecalang dianggap sebagai simbol kedaulatan budaya Bali yang tidak bisa digantikan oleh sistem luar.
Isu ini juga menunjukkan sensitivitas masyarakat Bali terhadap masuknya kekuatan sosial atau organisasi dari luar yang tidak sesuai dengan nilai dan struktur lokal.
Editor : Wiwin Meliana