Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TNI Masuk Desa, Bukan Sekadar Bangun Jalan

Dian Suryantini • Rabu, 7 Mei 2025 | 02:14 WIB

TNI bersama masyarakat melakukan gotong royong dalam pembangunan jalan dan bedah rumah di Desa Depeha, Kubutambahan.
TNI bersama masyarakat melakukan gotong royong dalam pembangunan jalan dan bedah rumah di Desa Depeha, Kubutambahan.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang kerap kali tersendat oleh birokrasi dan keterbatasan anggaran, satu institusi negara kembali menunjukkan taringnya dalam kerja nyata: TNI. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Kodim 1609/Buleleng turun tangan langsung ke pelosok pedesaan—membawa alat berat, semangat pengabdian, dan tekad kuat membangun dari bawah.

Upacara pembukaan program ini digelar Selasa (6/5) di Lapangan Kompi Senapan B/C Yonif 900/SBW, Air Sanih, Desa Kubutambahan. Hadir langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra sebagai Inspektur Upacara, sekaligus menyaksikan langkah seribu para prajurit TNI siap menembus medan berat demi satu misi, membangun Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan.

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav Angga Nurdyana, selaku Komandan Satgas TMMD ke-124, menegaskan bahwa program ini bukan hanya proyek infrastruktur semata, melainkan bagian dari gerakan besar untuk memberdayakan rakyat. Fokus utama di Desa Depeha adalah pembukaan akses jalan menuju kawasan perkebunan mangga—komoditas khas lokal yang sempat meredup namun kini ingin dikembalikan ke kejayaan.

“Jalan ini bukan cuma urusan aspal dan batu. Tapi bagaimana menghubungkan potensi desa dengan pasar. Kami ingin sentra produksi mangga Depeha kembali hidup dan menyejahterakan rakyatnya,” ujar Letkol Angga.

Baca Juga: Jenderal Turun ke Sawah, TNI Kawal Ketahanan Pangan di Buleleng

Lebih dari 200 personel TNI diterjunkan. Mereka tak bekerja sendiri. Aparat kepolisian, BPBD, Dinas Perhubungan, dan warga desa juga turut bersatu bahu-membahu. Tema besar "Wirasatya Peduli Rakyat" bukan sekadar slogan. Air bersih, sanitasi, hingga sentuhan kemanusiaan terhadap rumah warga menjadi titik berat dari kegiatan ini.

Tak kalah penting, TMMD juga menggarap aspek non-fisik: penyuluhan adat, pengelolaan sampah, hingga edukasi pertanian dan perkebunan. Semuanya berangkat dari prinsip sederhana namun fundamental: negara hadir di tempat rakyat membutuhkan.

Di sisi lain, TMMD ini mendapat dukungan dari Pemkab Buleleng. Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra mengatakan, program ini sangat strategis. Tak hanya membangun rabat jalan, irigasi, dan rumah tak layak huni, namun juga menjangkau wilayah-wilayah yang luput dari prioritas pembangunan formal.

“Ini bukan program biasa. TMMD adalah bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di akar rumput,” tegas Bupati Sutjidra.

Meski sinergi TNI dan pemda tampak harmonis, pernyataan Bupati Sutjidra menyinggung satu isu klasik: status jalan yang belum jelas.

“Kalau statusnya sudah dihibahkan ke daerah, baru kami bisa pikirkan pengaspalan dan saluran air. Sekarang banyak jalan cepat rusak karena tidak ada saluran air,” katanya.

Tak hanya jalan, TMMD juga membuka peluang revitalisasi ekonomi lokal. Salah satunya melalui program penanaman kembali mangga Depeha. Komoditas yang pernah menjuarai produksi nasional ini ingin dibangkitkan lagi.

“Tanahnya cocok, iklimnya mendukung. Tinggal bagaimana akses dan branding-nya. Kami akan pastikan mangga ini punya label khusus, tidak disamakan dengan mangga dari luar,” tegas Bupati Sutjidra. ***

Editor : Dian Suryantini
#mangga #perkebunan #lokal #sanitasi #tmmd #Depeha #pertanian