Rahasia Pintu Masuk Tol Gilimanuk-Mengwi di Area Pura Keramat? Ada Apa di Baliknya?
I Gde Riantory Warmadewa• Rabu, 7 Mei 2025 | 13:25 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembanga Hartawan saat menerima kunjungan Ketua Tim Pengembangan Kawasan Provinsi Bali, Lala Rizki Larasati.
BALIEXPRESS.ID – Kabar gembira datang dari ujung barat Pulau Bali! Proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi, yang kini resmi menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN), disambut bak oase di tengah gurun pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Namun, di balik euforia ini, terselip sebuah usulan "misterius" yang sontak memantik rasa penasaran: pintu masuk tol di area Pura Rambut Siwi!
Pura Rambut Siwi bukan sekadar pura biasa. Tempat suci ini memiliki nilai spiritual dan sejarah yang mendalam bagi umat Hindu Bali, terutama bagi mereka yang hendak melanjutkan perjalanan.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, melihat potensi luar biasa di balik integrasi infrastruktur modern dengan kearifan lokal ini.
Saat mendampingi tim dari Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR dan Tim Pengembangan Kawasan Provinsi Bali dalam survei lokasi (5/5), Kembang Hartawan tak hanya menyampaikan dukungan, tetapi juga ide brilian ini.
Sebuah "pintu gerbang spiritual" yang tak hanya memudahkan akses, tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi para pelancong.
Lebih dari Sekadar Rest Area: Sinergi Cerdas di Rambut Siwi
Bayangkan, setelah menempuh perjalanan jauh, Anda disambut oleh aura sakral Pura Rambut Siwi.
Lebih dari sekadar tempat beristirahat, area ini berpotensi menjadi rest area yang "berjiwa".
Apalagi, di sana sudah berdiri Anjungan Cerdas Rambut Siwi yang dibangun oleh Kementerian PUPR.
Sebuah sinergi yang cerdas antara infrastruktur modern dan kekayaan budaya Bali!
Namun, pertanyaan besar muncul: Bagaimana konsep pintu tol "spiritual" ini akan diwujudkan?
Apakah akan ada desain khusus yang menghormati kesucian pura? Bagaimana dampaknya terhadap aktivitas keagamaan di sekitar area tersebut?
Ambisi Besar Jembrana: Tol Bukan Sekadar Jalan!
Bupati Kembang Hartawan tak main-main dengan visinya.
Ia ingin Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi benar-benar menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Jembrana.
Baginya, tol ini harus terintegrasi dengan potensi-potensi lokal yang ada, mulai dari Pelabuhan PPN Pengambengan yang juga berstatus PSN, Pelabuhan Gilimanuk di ujung tol, hingga pengembangan Kawasan Kerthi Bali Semesta (KBS) seluas 1.200 hektare.
Bahkan, Kembang mewanti-wanti agar pembangunan tol tidak justru merugikan jalan nasional di sisi timur akibat distribusi lalu lintas yang tidak tertata.
Ia juga mengusulkan agar pintu gerbang tol di Gilimanuk terkoneksi langsung dengan Terminal Kargo, demi mengurangi beban kendaraan besar di jalur Denpasar-Gilimanuk yang sudah "kronis".
Ketua Tim Pengembangan Kawasan Provinsi Bali, Lala Rizki Larasati, mengungkapkan bahwa proyek ambisius ini awalnya digagas oleh pihak swasta, namun kini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Menariknya, Gubernur Bali memberikan arahan agar pembangunan dimulai dari Seksi 3 karena dianggap paling cepat memberikan hasil.
Namun, Seksi 1 yang mencakup kawasan pelabuhan juga tak kalah penting karena bersinggungan dengan PSN lainnya.
Lalu, seksi mana yang akan menjadi "pintu gerbang" pertama bagi kemajuan Bali Barat?
BPIW Kementerian PUPR dan tim provinsi telah melakukan survei intensif di berbagai lokasi strategis di Jembrana.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk merealisasikan tol yang sempat tertunda ini.
Babak Baru Pembangunan Bali Barat Dimulai?
Setelah sempat mengalami "hibernasi" pasca-groundbreaking pada 2022, status PSN bagi Tol Gilimanuk–Mengwi membawa angin segar.
Usulan "pintu tol spiritual" di Pura Rambut Siwi menjadi simbol harapan akan pembangunan yang tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga menghargai nilai-nilai luhur budaya Bali. ***