BALIEXPRESS.ID- Kondisi bayi laki-laki yang ditemukan di Banjar Seribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali, mulai menunjukkan perkembangan positif.
Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An, menyampaikan bahwa bayi tersebut sudah tidak lagi menggunakan alat bantu pernapasan.
Ia menjelaskan, oksigen sudah dilepas dan kini hanya mengandalkan oksigen dalam ruangan.
Meski demikian, bayi tersebut masih dirawat secara intensif di ruang perinatologi yang memang dikhususkan untuk perawatan bayi baru lahir.
Menurut Oka Darsana, bayi itu juga masih diberikan antibiotik hingga beberapa hari ke depan.
Hal ini lantaran saat pertama kali ditemukan, bayi berada dalam kondisi hipotermia dan diduga mengalami infeksi pada plasenta.
“Bayi itu sulit diprediksi kondisinya, jadi tetap harus dirawat intensif sampai benar-benar pulih,” ujarnya, Rabu (7/5/2025).
Di pihak lain, kepolisian masih terus mendalami kasus penemuan bayi tersebut.
Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta menyatakan bahwa sejumlah rekaman CCTV telah diperiksa.
Dari hasil penelusuran, polisi sudah mengantongi petunjuk yang mengarah pada pelaku, namun masih perlu pendalaman lebih lanjut. “Sabar ya,” ujarnya..
Seperti diketahui, bayi laki-laki tersebut ditemukan di lapak pedagang durian yang berada di depan kuburan wilayah Banjar Seribatu pada Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 06.30 Wita.
Orang pertama yang menemukan bayi tersebut adalah Ni Ketut Sudiakerti,23.
Saat itu, ia sedang berjalan kaki mengantar keponakannya ke sekolah. Tiba-tiba keponakannya mengatakan ada bayi. Awalnya ia tidak percaya.
Setelah pulang mengantar keponakan, ia mengecek lokasi dan mendapati seorang bayi yang terbungkus kain, dengan bercak darah masih terlihat.
Bayi dalam kondisi selamat dengan berat badan 3.060 gram dan panjang 46 sentimeter.
Bayi segera dibawa ke Puskesmas Susut 1 sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bangli untuk mendapatkan perawatan lanjutan. (*)
Editor : I Made Mertawan