BALIEXPRESS.ID-Beberapa waktu lalu sebuah video perkelahian yang terjadi di Lapangan Renon, Denpasar, pada Minggu sore, 4 Mei 2025, menghebohkan media sosial.
Aksi baku hantam yang diduga melibatkan sejumlah warga pendatang itu menimbulkan kepanikan di tengah pengunjung yang tengah bersantai di kawasan publik tersebut.
Baca Juga: Kisah Oknum Istri Polisi yang Diburu Polisi dalam Skandal Arisan Online Bodong: Raup Uang Juta Raib!
Peristiwa tersebut sontak memicu gelombang kecaman dari warganet, khususnya masyarakat Bali, yang merasa resah dengan maraknya tindakan tidak tertib yang kembali mencoreng nama baik para perantau.
Namun di tengah polemik tersebut, sebuah video yang diunggah akun Instagram @polsekdenpasartimur pada Rabu, 7 Mei 2025, justru menuai apresiasi.
Video itu memperlihatkan seruan damai dari warga asal Sumba, NTT, yang mengajak sesama pendatang untuk menjaga ketertiban dan menghormati kearifan lokal di Bali.
“Ayo Jaga Bali, Rumah Kedua Kita! Suara dari saudara kita asal Sumba, NTT,” tulis @polsekdenpasartimur dalam unggahan yang dikutip Kamis, 8 Mei 2025.
Baca Juga: Kisah Perempuan Muda Raup Miliaran Rupiah dalam Waktu 4 Bulan: Modusnya Licik dan Cerdik
Dalam video tersebut, terdapat beberapa warga Sumba menegaskan pentingnya menjaga sikap dan tidak membuat ulah saat merantau.
“Kita ini datang jauh-jauh dari Sumba untuk cari makan, bukan cari masalah. Jangan sampai hanya karena sedikit minum, langsung bikin onar. Kami di sini pekerja, kami cari hidup di Bali,” Ujar salah satu warga asal Sumba dikutip Kamis, 8 Mei 2025.
Dalam video singkat tersebut, warga asal Sumba itu juga mengajak sesama warga pendatang untuk menjaga ketertiban dan keamanan Bali.
“Ya sebagai kita orang Sumba ini, supaya gak bikin ulah lagi di lapangan sini. Karena kita ini ada yang mau cari makan minum di sini, di Bali malah bikin ulah.” Imbuhnya.
Warga pendatang lainnya yang dijumpai di Lapangan Renon tersebut juga menyoroti pentingnya menghargai aturan dan budaya setempat.
“Minum boleh, tapi secukupnya. Jangan sampai mabuk lalu ribut. Dulu kita datang disambut baik, tapi sekarang kalau bikin ulah bisa digebukin. Karena apa orang pada tau semua kalau dulu beda kita. Kearifan lokal sini yang penting kita datang menghormati mereka, ikutlah peraturan disini.” Ungkap salah warga sumb lainnya.” Jelasnya.
Video ini telah ditonton lebih dari 57 ribu kali dan menuai banyak komentar dari pengguna media sosial.
Baca Juga: Digerebek Pecalang! 19 Kamar Kos di Padangsambian Minta Dikosongkan, Ternyata Ini Penyebabnya
Banyak dari para netizen menyampaikan dukungan terhadap imbauan damai tersebut.
“Dengar itu oknum-oknum orang Sumba yang sering bikin masalah di Bali… ulah kalian bikin semua kena getahnya,” tulis akun @ketut_koconk.
“Respect brother,” komentar akun @mindsetbooster.id singkat namun penuh dukungan.
“Semoga bisa saling menghormati. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tulis akun @idabagus.baskara dengan harapan terciptanya kedamaian.
Namun tak sedikit pula warganet yang merasa skeptis dan menyuarakan keprihatinan akan kepercayaan yang mulai luntur.
“Habis ngomong bijak… Kena arak dikit sama aja kayak yang lain,” sindir akun @raden_ndablek78.
“Sesama dari sana saja masih ribut. Emang mau dengerin?” tulis akun @rooney_rogers71 dengan nada ragu.
“Orang Bali itu ramah dan terbuka. Jangan dikecewakan. Pendatang harus tahu diri,” komentar akun @paradiseweirdo.
Meski menuai pro-kontra, kutipan akun @polsekdenpasartimur tersebut menjadi pengingat pentingnya hidup berdampingan dalam harmoni, serta ajakan reflektif bagi para perantau agar tidak melupakan tanggung jawab sosial di tanah rantau.
Editor : Wiwin Meliana