Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral Pesta Kelulusan Salah Satu SMK di Buleleng Undang DJ, AWK: Tunggu Saya Sidak

Putu Ayu Aprilia Aryani • Kamis, 8 Mei 2025 | 18:20 WIB

Viral video pesta kelulusan SMK di Buleleng undang DJ tuai sorotan
Viral video pesta kelulusan SMK di Buleleng undang DJ tuai sorotan

BALIEXPRESS.ID-Perayaan kelulusan siswa SMKN 1 Tejakula, Buleleng, Bali, menjadi sorotan setelah video pesta mereka yang menghadirkan DJ viral di media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh Senator DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, melalui akun Instagram pribadinya @aryawedakarna pada Rabu, 7 Mei 2025.

Baca Juga: Bali Kian Dilirik Investor Global, OXO Kenalkan Hunian Berbasis Kesehatan Muncul Jadi Tren Baru

Dalam caption unggahannya, Arya mengkritik keras acara tersebut dan menyebut akan melakukan sidak ke sekolah.

“Temuan SMKN 1 Tejakula Buleleng, tunggu AWK sidak ke sekolah yang doyan party… Bali sedang prihatin, ekonomi belum berjalan, kok bisa-bisanya perpisahan sekolah begini,” tulisnya dikutip Kamis, 8 Mei 2025.

Video ini langsung menarik perhatian warganet dan sudah disukai lebih dari 7 ribu akun serta dibanjiri lebih dari seribu komentar.

Sebagian besar komentar berisi kritik terhadap gaya perayaan tersebut, terutama karena dianggap tidak pantas dilakukan dalam suasana prihatin ekonomi.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengemudi Mobil Tabrak Sejumlah Kendaraan di Teuku Umar: Aksi Kejar-kejaran Dramatis

Beberapa netizen menilai acara tersebut terlalu berlebihan, bahkan menyebut para siswa tampil seperti pengunjung klub malam.

“SMK? Jejemakne sube care cewe-cewe club malam… lakar dadi ape to?” tulis akun @leonarawkz.

“Silakan senang-senang, selanjutnya selamat datang di dunia nyari kerja aja susah,” tulis akun @putraperdana777.

Ada pula yang menyoroti penggunaan seragam sekolah dalam pesta tersebut, yang dinilai tidak etis.

“Boleh party, tapi tolong dong jangan pakai seragam sekolah, kesannya gimana gitu,” komentar @_kd_sisi.

Namun, tak sedikit pula netizen yang membela para siswa dan menyayangkan pelarangan terhadap bentuk-bentuk perayaan kelulusan.

Baca Juga: Dari Bambu Belakang Rumah Mendunia: Kisah I Nyoman Purwayasa, Sang Penjaga Melodi Bali

“Graduasi diminimalkan, coret-coret dilarang, tour perpisahan ditiadakan, main air damkar gak boleh, party sendiri gak boleh... jangan ya dek, jangan... diem aja di rumah katanya,” tulis akun @dayumade_makeup.

“Party gini gak boleh, ala-ala wisuda juga gak boleh, yang boleh itu yang gimana? Padahal ini seru banget,” ujar akun @tutikasarii.

“Love you sekolahku… save moment, save DJ,” komentar @deotonk13.

Kontroversi juga meluas ke profesi DJ, di mana beberapa DJ profesional turut menanggapi komentar publik.

“Ini yang bikin semua DJ dicap jelek, gw DJ dari 2012, sering isi acara sekolah dan kampus, kita harus menyesuaikan outfit,” tulis @dj.kiara.

“Gak semua DJ ngisi acara sekolah begini kok, perkara satu orang kena semua, brekele emang DJ ibu-ibu itu,” komentar @djvivipermana.

Sementara itu, polemik soal perayaan kelulusan sebenarnya telah lebih dulu mencuat secara nasional.

Baca Juga: Viral! Warga Sumba Ingatkan Pendatang Jaga Ketertiban di Bali: Kami ke Sini Cari Makan, Bukan Cari Masalah

Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencetuskan larangan wisuda dari PAUD hingga SMA.

Dikutip dari berbagai sumber, kebijakan ini kemudian diikuti oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur yang juga menerapkan larangan di beberapa daerah, seperti Mojokerto hingga Gresik.

Pelarangan tersebut menuai pro dan kontra, terutama terkait alasan efisiensi dan mencegah kesenjangan sosial.

Hingga kini pihak SMKN 1 Tejakula masih belum memberikan penjelasan resmi mengenai hal tersebut.

Editor : Wiwin Meliana
#dj #smk #AWK #pesta kelulusan #buleleng