BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi Bali mengusulkan pendirian satu Sekolah Rakyat di Karangasem sebagai bagian dari program nasional Presiden Prabowo untuk pemerataan akses pendidikan.
Sekolah ini dirancang berasrama, gratis, dan khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan harapan bisa mulai beroperasi pada tahun 2026.
Sebelumnya, Program Sekolah Rakyat yang merupakan inisiatif pemerataan akses pendidikan telah dibahas Presiden Prabowo bersama para menteri dalam rapat terbatas pada 24 Maret 2025.
Pelaksanaannya telah masuk dalam anggaran pendidikan APBN 2025, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk penyediaan tenaga pendidik dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali, KN Boy Jayawibawa mengatakan di Bali sedang diusulkan agar terdapat satu Sekolah Rakyat yang berada di Karangasem.
“Sedang diusulkan satu sekolah rakyat. Itu mudah-mudahan nanti bisa. Kalau ditinjau oleh pusat, itu bisa nanti dijadikan sekolah rakyat. Kita sedang merancang di Karangasem,” jelasnya.
Baca Juga: Indonesia Bakal Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TB Buatan Bill Gates, Begini Respons Prabowo
Sebelum dibangun, Sekolah Rakyat akan melalui sejumlah tahap pemeriksaan untuk menjamin kelayakannya.
Kadisdikpora Bali, Boy Jayawibawa, berharap sekolah ini bisa beroperasi di Bali pada 2026.
Sekolah Rakyat akan memiliki asrama, menanggung konsumsi siswa, dan diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu, dengan skema mirip SMA Bali Mandara.
“Urgensi hadirnya Sekolah Rakyat yaitu program dari Bapak Presiden kita, terutama untuk anak-anak yang kurang mampu, pembiayaannya sehingga nanti itu sekolah digratiskan. Anggarannya kurang tahu saya masih dari pusat, nanti akan dikucurkan,” ucapnya.
Lokasi percis Sekolah Rakyat di Karangasem, dikatakannya masih belum ditentukan.
Hal ini karena Pemprov Bali masih mencari lahan seluas 5 sampai 10 hektare untuk membangun Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Dramatis! Warga Ubud Gagalkan Pencurian Motor Kurir di Siang Bolong
Pihaknya pun berharap banyak siswa miskin yang dapat ditampung di sekolah tersebut nantinya.(***)
Editor : Rika Riyanti