Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalan Politik Ngurah Arya, Dari Subkontraktor ke Ketua Dewan

Dian Suryantini • Kamis, 8 Mei 2025 | 20:52 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya.
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Ketut Ngurah Arya, atau yang akrab disapa Arya Bodo—Arbo, begitu nama panggilan yang melekat erat di tengah masyarakat Gerokgak. Di balik senyum ramah dan kumis klimisnya, tersimpan semangat besar untuk mengabdi. Bukan sekadar ingin dikenal, melainkan benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Perjalanan politik pria kelahiran 23 Maret 1974 ini tidak serta merta lahir dari ambisi kekuasaan. Justru, ia memulai dari kehidupan sehari-hari yang sangat membumi. Sebelum terjun ke dunia politik, Ngurah Arya adalah seorang subkontraktor dan pelaku jual beli tanah.

Namun hidupnya berubah ketika seorang senior yang ia hormati, Benhur, mengajaknya bergabung dalam kepengurusan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gerokgak pada tahun 2012.

Dari situ, benih pengabdian mulai tumbuh. Ngurah Arya kemudian memberanikan diri maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2014. Hasilnya tak main-main—ia langsung dipercaya masyarakat dengan perolehan suara 4.261 suara. Sebuah awal yang manis dan membesarkan hati.

Lima tahun berselang, kepercayaan masyarakat semakin menguat. Di Pemilu 2019, ia mencatat lonjakan suara signifikan, mencapai 7.829 suara—tertinggi saat itu. Bukan tanpa alasan. Kehidupan Ngurah Arya tak jauh dari masyarakat. Ia dikenal ringan tangan membantu warga, terutama dalam urusan pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga: Mengenal Caleg DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara, Kampanye Tak Pakai Baliho, Emang Bisa ?

Karena kepeduliannya itu, partai pun memberikan kepercayaan lebih, menempatkannya sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng. Tak berhenti di situ, pada Pemilu 2024, suaranya kembali melesat hingga menyentuh angka 10 ribu. Dukungan ini membawanya duduk di posisi strategis sebagai Ketua DPRD Buleleng Periode 2024–2029.

Meski telah berada di puncak jabatan legislatif di kabupaten, Ngurah Arya tetap rendah hati. Ia tak ingin terjebak dalam formalitas kekuasaan. Bagi Arbo, jabatan adalah alat untuk membantu lebih banyak orang.

“Saya ingin masyarakat benar-benar merasakan keberadaan saya. Bukan sekadar janji, tapi bukti,” ungkapnya.

Di awal masa jabatannya sebagai Ketua DPRD, ia langsung menginstruksikan seluruh anggota dewan untuk turun langsung ke lapangan. Ia ingin DPRD tidak hanya sekadar duduk di balik meja, tapi hadir mendengar, mencatat, dan mengawal aspirasi masyarakat. Fungsi pengawasan juga ia tekankan, agar setiap program pemerintah benar-benar tepat sasaran. ***

Editor : Dian Suryantini
#DPRD #gerokgak #Subkontraktor #politik #pdi perjuangan #buleleng