Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Badung Luncurkan Hasil Survei NTP dan NTUP 2024, Kesejahteraan Petani Meningkat

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 8 Mei 2025 | 23:22 WIB
LAUNCHING: Kadisperpa Badung I Wayan Wijana saat launching survey NTP/NTUP 2024, di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (8/5).
LAUNCHING: Kadisperpa Badung I Wayan Wijana saat launching survey NTP/NTUP 2024, di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (8/5).

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) resmi meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tahun 2024 pada Kamis (8/5).

Peluncuran ini berlangsung di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, dan mencatat peningkatan signifikan dalam kesejahteraan petani.

Acara ini turut dihadiri Kepala BPS Kabupaten Badung Komang Bagus Pawastra, perwakilan BPS Provinsi Bali, sejumlah pimpinan OPD, Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, Ketua Majelis Alit Subak se-Kabupaten Badung, serta stakeholder pertanian lainnya.

Kepala Diperpa Badung, I Wayan Wijana, menyampaikan bahwa NTP Kabupaten Badung pada 2023 tercatat sebesar 112, dan meningkat menjadi 117 di tahun 2024. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli dan kesejahteraan petani mengalami perbaikan berkat berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah.

"Peningkatan ini merupakan hasil nyata dari kebijakan Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Bupati yang berfokus menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani," ujar Wijana.

Ia menjelaskan, NTP merupakan indikator kunci dalam mengukur kesejahteraan petani. Nilai ini membandingkan harga yang diterima petani dari hasil produksi dengan harga yang mereka bayarkan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi. NTP di atas 100 menandakan bahwa petani memperoleh keuntungan dari usahanya.

Selain NTP, survei juga mencatatkan perkembangan NTUP, yakni indikator yang mencerminkan kelayakan dan profitabilitas usaha pertanian secara menyeluruh.

Survei NTP dan NTUP dilakukan setiap bulan selama setahun penuh dan mencakup subsektor tanaman pangan, peternakan, serta perikanan. Data ini menjadi dasar perencanaan kebijakan di sektor pertanian Kabupaten Badung.

Wijana menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan berbagai program yang berpihak pada petani, dengan harapan agar NTP dan NTUP terus meningkat dan budaya agraris di Badung tetap terjaga.

"Kami optimis ke depan nilai NTP dan NTUP akan terus membaik, sebagai wujud komitmen kami dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan kearifan lokal Subak di Badung," pungkasnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#petani #dinas #pertanian #NTUP #badung #survei #NTP