Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Batuan Jadi Lokasi TMMD ke-125, Anggarkan Rp2,5 Miliar Lebih untuk Perbaikan Infrastruktur hingga Non Fisik

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:21 WIB
DIMATANGKAN: Rapat lintas OPD untuk mematangkan persiapan TMMD.
DIMATANGKAN: Rapat lintas OPD untuk mematangkan persiapan TMMD.

BALIEXPRESS.ID – Komando Distrik Militer (Kodim) 1616/Gianyar bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mematangkan persiapan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 tahun 2025.

Rapat berlangsung di Joglo Baturan Puspa Aman, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Jumat (9/5/2025).

Hadir dalam rakor tersebut Dandim 1616/Gianyar Letkol Cpn. I Gede Winarsa, S.H., M.Han., Camat Sukawati I Gede Daging, S.STP., M.Si., Kepala Kantor Pertanahan Gianyar Gusti Putu Darma Astika, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait seperti Dinas PMD, Dinas PUPR, Bappeda, hingga Inspektorat.

Unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Batuan, tokoh adat, para pekaseh subak, serta perwakilan masyarakat juga turut hadir sebagai bagian dari sinergi lintas sektor. 

Dalam sambutannya, Perbekel Desa Batuan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan TMMD. Ia menjelaskan bahwa program TMMD 2025 akan menyasar pembangunan infrastruktur seperti pembukaan jalan baru, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan fasilitas MCK, hingga kegiatan non-fisik berupa penyuluhan dan penghijauan.

Pelaksanaan program dijadwalkan mulai 26 Mei 2025 selama 45 hari ke depan.

Total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp2,58 miliar, mencakup kegiatan fisik, non-fisik, perencanaan, hingga pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.

Dinas PMD dalam rapat tersebut menyoroti pentingnya kesiapan administrasi dan pelaporan agar kegiatan berjalan tertib dan akuntabel. Camat Sukawati juga menyatakan komitmen pemerintah kecamatan dalam mengawal pelaksanaan program agar berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepala BPN Gianyar menegaskan bahwa legalitas lahan harus menjadi perhatian utama sebelum dimulainya pembangunan fisik. Senada dengan itu, Dinas PUPR meminta agar titik-titik pembangunan ditandai dan diukur secara akurat guna mencegah potensi sengketa lahan.

Sementara itu, Dandim 1616/Gianyar Letkol Cpn. I Gede Winarsa menyampaikan bahwa program TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga sarana mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. “TMMD adalah bentuk nyata kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat desa. Kami berharap seluruh pihak ikut serta menyukseskan kegiatan ini,” tegasnya.

Baca Juga: Kisah Mistis Pura Penjaga Bali: Satu Palinggih, Kekuatan Gaib Tak Terduga! Berani Abaikan, Siap-Siap Merinding!

Dukungan juga datang dari tokoh adat dan kelompok subak. Bendesa Adat Lantangidung, Pekaseh Subak Tapesan, dan Subak Ujung menyatakan kesiapannya membantu kelancaran program TMMD di lapangan.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antarsektor, pelaksanaan TMMD 2025 di Desa Batuan diharapkan mampu mendorong pembangunan berkelanjutan dan menjadi model sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#anggaran #pembangunan #infrastruktur #Desa Batuan #tmmd #kodim