BALIEXPRESS.ID-Pihak SMP PGRI 7 Denpasar membantah terjadi pembullyan, pengeroyokan dan penghinaan terkait insiden viral yang melibatkan siswanya beberapa waktu lalu.
Dalam rilis resminya, pihak sekolah pun memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Viral! Dua Pria Bertetangga Baku Hantam di Buleleng Bali, Polisi Beberkan Penyebabnya
Kepala Sekolah SMP PGRI 7 Denpasar, I Nyoman Ardika, S.Pd., M.Pd.,telah menggelar mediasi dengan keluarga korban dan pelaku pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah pun membantah terjadi bullying, pengeroyokan dan penghinaan seperti yang diceritakan ibunda korban di akun Facebooknya.
Namun secara implisit tidak membantah adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh siswinya.
Baca Juga: Terungkap! Sakit Ternyata Bukan Sekadar Derita, Ada 'Pembayaran' Rahasia di Baliknya?
“Rencana awal kami adalah mengundang orang tua dari para siswa yang terlibat untuk melakukan mediasi pada hari berikutnya. Namun, sebelum mediasi internal dapat dilaksanakan, pihak keluarga korban (Ibu C) terlebih dahulu mengunggah periatiwa ini ke media sosial Facebook,”ungkap Nyoman Ardika dalam rilis dikutip Senin (12/05/2025).
Lebih lanjut, pihak sekolah menyebut bahwa korban terkena imbas kekesalan pelaku (A) karena melerai masalah nya dengan (Y) dan (E) gara gara di tagih iuran kas sebesar Rp. 2.000.
“Jadi kami tegaskan disini tidak ada unsur bullying, pengroyokan dan penghinaan seperti yang disampaikan oleh Orang tua (C) di media sosial. (C) terkena imbas dari kekesalan (A) karena (C) ikut melerai masalah nya dengan (Y) dan (E) gara gara di tagih iuran kas sebesar Rp. 2.000.” jelasnya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan di SMPN 7 Denpasar Viral, Sekolah Angkat Bicara, Ternyata Gegara Uang Kas
Pihak sekolah pun menghargai Langkah keluarga korban untuk menempuh jalur hukum.
“Kami menghargai dan menghormati keputusan Ibu (C) menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.
sebelumnya, dugaan perundungan terhadap seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bali viral di media sosial setelah diungkap oleh Kadek Bagiari, ibunda dari korban, melalui akun Facebook pribadinya.
Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa anaknya kerap diperlakukan kasar oleh teman-temannya hingga mengalami luka fisik.
Unggahan tersebut juga disertai dengan beberapa foto yang menunjukkan kondisi sang anak, termasuk seragam sekolah yang sobek, bibir berdarah, rahang membengkak, serta wajah yang tampak menangis.
Editor : Wiwin Meliana