BALIEXPRESS.ID-Sebuah video unggahan akun Facebook Nyoman Redana Jati Meubel mendadak viral setelah menyoroti kondisi jalan penghubung Desa Pakisan dan Dusun Klandis, Buleleng, Bali.
Video yang diunggah pada Jumat, 9 Mei 2025, menampilkan jalan bertanjakan dan berbelok curam dengan aspal yang terlihat mulai mengelupas.
Baca Juga: Usai Gelombang Penolakan, GRIB Jaya DPC Tabanan Dibubarkan: Ni Luh Djelantik Beri Apresiasi
Dalam unggahannya, Redana menyampaikan bahwa proyek pengaspalan telah rampung dan marka jalan telah dipasang.
Namun, ia mengungkapkan bahwa permukaan jalan tampak tidak rata dan banyak aspal yang lepas, diduga karena dipasang dalam kondisi sudah membeku.
“Namun, yang kami lihat ini, visual daripada jalan ini kurang rata. Ini masih banyak aspal-aspal yang lepas. Kemungkinan ini aspalnya sudah beku baru dipasang.” Jelasnya, dikutip Selasa, 13 Mei 2025.
Ia pun mengimbau pengendara yang melintas melalui Ambengan dan Batu Kapit agar memeriksa kondisi kendaraan, termasuk rem dan ban, demi keselamatan.
“Ini belum dikatakan kuat aspalnya, mohon berhati-hati,” ujar Redana dalam video tersebut, dikutip Selasa, 13 Mei 2025.
Baca Juga: Gigi Disemprot Rafathar Karena Belum Mandi, Disuruh ke Barak Militer ala Kang Dedi Mulyadi
Unggahan tersebut langsung ramai disoroti warganet dan berbagai akun informasi lokal, termasuk sejumlah komentar pedas di kolom komentar.
Hingga kini unggahan video tersebut telah ditonton lebih dari 800 ribu kali dan menuai ratusan komentar dari pengguna media sosial.
Beberapa komentar menyebutkan dugaan korupsi proyek dan mempertanyakan standar kualitas pekerjaan jalan tersebut.
“Proyek di korupsi begitulah hasilnya...garis putih itu tanda proyek pengaspalan selesai dan tidak akan diperbaiki lagi,” tulis akun @Nyoman Antara.
“To jalan ape to PK, seken jalan to?” komentar akun @Mangku Putu dengan nada sinis.
“Aroh Amun jantungan sing Bani be lewat,” tulis akun @Ketut Budarsa dalam logat lokal yang menggambarkan ketakutan warga.
Komentar lainnya menyebut pengerjaan proyek berbahaya dan asal-asalan tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan.
“Sangat berbahaya itu, kerja asal asalan tanpa memikirkan resiko yg akan terjadi.” Tulis akun @Wayan Suparta.
Baca Juga: VIRAL! Pencurian Laptop dan Kamera di Kos-kosan Dalung, Korban Sempat Berpapasan dengan Pelaku
Bahkan, ada warganet yang menuduh proyek ini lebih banyak “masuk kantong” pribadi ketimbang ke kualitas jalan.
“Bah tidak betul pengaspalan itu kok begitu bayak masuk kantong dah itu.” Komentar akun @Made Sumar.
“Proyek di korupsi begitulah hasilnya...bagaimana bisa aspal tidak sesuai standar malah sdh di finishing...garis putih itu tanda proyek pengaspalan sdh selesai. Dan tidak akan di perbaiki lagi dalam jangka waktu yang lama.” Ujar akun @Nyoman Antara.
Dilansir dari akun Instagram @denpasarterkini.id, proyek jalan tersebut diduga menelan biaya hingga Rp6 miliar.
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana dana sebesar itu bisa menghasilkan jalan dengan kondisi yang dianggap mengecewakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi atau tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait kondisi jalan tersebut.
Editor : Wiwin Meliana