BALIEXPRESS.ID - Sepasang suami istri menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang di sebuah kos-kosan di Jalan Kampus Universitas Udayana (Unud), Jimbaran, pada Minggu (11/5).
Kejadian bermula dari teguran korban kepada tetangga kos yang menimbulkan keributan pada malam hari.
Baca Juga: Nyaris Tenggelam, Pasangan Turis Asing Diselamatkan Warga di Pantai Nusa Dua
Dalam video yang diunggah oleh akun @denpasarviralcom memperlihatkan puluhan orang yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula saat korban menegur tetangga kosnya yang sedang mengobrol dengan suara keras hingga larut malam.
Teguran tersebut bertujuan agar tidak mengganggu penghuni kos lainnya yang sedang beristirahat.
Namun, teguran yang disampaikan oleh korban justru dianggap berbau rasis oleh tetangga yang ditegur.
Baca Juga: TERUNGKAP! Cekcok WNA dan Pedagang Lokal di Pantai Kuta, Ternyata Dipicu Masalah Celana Pendek
Merasa tersinggung, tetangga kos tersebut dan puluhan temannya melakukan penyerangan terhadap pasangan suami istri itu.
Kedua korban mengalami luka-luka akibat pemukulan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut.
Kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Unggahan ini mendapat sorotan dari para netizen di media sosial.
“Sama rata disini juga hamper semua sama, 1 orang yang ngekos 10 orang dikamar, nyanyi, ngobrol sampai jam 12 lewat, serasa dia doang yang ngekos”, tulis akun @fernandogalingging2018
Baca Juga: Curi 25 Kg Daging Sapi di Hotel Pecatu, Pria Asal Buleleng Dibekuk Polsek Kuta Selatan
“Intinya kalau cara menegurnya benar pasti tidak di keroyok, tidak membenarkan rasisme dan tidak membenarkan pengeyorokan”, tulis akun @invinitygirl___
“Ini dia bilang rasisme berarti yang negur pertama melontarkan yang mengandung Rasis, seandainya di tegur secara baik-baik mereka akan ngerti kok, saya dulu di kos banyak punya tetangga kayak gini, di tegur baik-baik mereka manut kok”, tulis akun @bayukreshna_93
Editor : Wiwin Meliana