Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Polisi Beber Kronologi Lengkap Pasutri Dikeroyok Puluhan Orang di Jimbaran, Selidiki Pelaku

I Gede Paramasutha • Rabu, 14 Mei 2025 | 22:39 WIB
Tangkapan layar polisi berkomunikasi dengan kelompok yang diduga terkait dengan kasus pengeroyokan suami istri di Jimbaran. (Bali Express/Istimewa)
Tangkapan layar polisi berkomunikasi dengan kelompok yang diduga terkait dengan kasus pengeroyokan suami istri di Jimbaran. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Nasib apes dialami pasangan suami istri (Pasutri) bernama Moh Sahrudin, 31, dan Kamelia, 40, di sebuah kos, Jalan Kampus Udayana, depan RS Gigi, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Minggu 11 Mei 2025.

Mereka diduga dikeroyok oleh puluhan orang yang diduga sebagai kelompok orang asal Papua. Insiden ini sontak menghebohkan jagat maya.

Namun, dalam video yang beredar, disebut soal adanya teguran berbau rasisme yang memantik reaksi keras dari kelompok itu.

Sementara itu, menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi, kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Polsek Kuta Selatan.

Adapun kronologi lengkap insiden ini dijelaskannya, bermula ketika ada tiga Mahasiswi Jurusan Fakultas Pertanian Unud bernama Piyo, Yuvela, Elin, mengobrol dengan temanya di tempat kejadian perkara (TKP), pada Sabtu 10 Mei 2025.

"Mereka ngobrol dan ketawa-ketawa bersama dengan temannya di teras kost," tuturnya, Rabu 14 Mei 2025.

Lalu, Moh Sahrudin keluar kamar sekitar pukul 23.30 WITA, dan menegur ketiga mahasiswi asal Papua tersebut agar tidak ribut-ribut dan tidak mengganggu penghuni kost lainnya.

Setelah menegur, pria asal Sumenep, Madura, Jawa Timur ini masuk kembali ke kamarnya. Mahasiswi yang membuat keributan pun awalnya meminta maaf.

Akan tetapi, sekitar pukul 01.15 WITA, pintu kamar kos korban digedor-gedor.

Moh Sahrudin lantas membuka pintu dan dibuat kaget. Lantaran di depan kamarnya sudah ada banyak orang.

Karena takut, pria itu segera menutup kembali pintunya. Akan tetapi, para pelaku yang emosi malah berteriak meminta korban segera keluar.

"Para pelaku juga menendang-nendang pintu sampai rusak," tambahnya. Korban yang ketakutan akhirnya mencoba keluar dan tiba-tiba dikeroyok oleh kurang lebih 30 orang.

Kamelia yang melihat suaminya dipukuli berusaha menghalangi para pelaku.

Kendati demikian, kelompok tersebut justru turut menghajar wanita itu. Kamelia dipukul di bagian wajah serta hidung, sampai mengeluarkan darah.

Tak berhenti sampai di situ, para pelaku mengintimidasi Moh Sahrudin agar meminta maaf kepada mereka dengan memvideokan memakai handphone.

Setelah peristiwa ini, pasutri tersebut mendatangi Polsek Kuta Selatan untuk melaporkan pengeroyokan yang menimpa mereka. Sehingga, kasus itu kini ditangani oleh Unit Reskrim untuk selidiki para pelaku. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#dikeroyok #pasutri #jimbaran #kronologi